Penting Gak Sih Ikut Organisasi Kemahasiswaan?


Peresmian KOMPAS Corner Unika Soegijapranata Semarang
Nostalgia (2017) Foto Bersama Pimpinan Harian KOMPAS dan Unika Soegijapranata (dok.pribadi)

🎑 Disclaimer: Konten ini masih relevan? Kamu yang bisa Menjawabnya! πŸ˜‚


Penting gak sih ikut dan kontribusi di organisasi kemahasiswaan?

Ikut organisasi di lingkup internal atau eksternal kampus? Buat apa?

Jujur, Aku sering banget denger pertanyaan dari temen, bahkan relasi di dalam maupun diluar kampus. Bahkan ketika aku survei kecil-kecilan ke mereka, ada beberapa jawaban menarik nih!

  • Kata A : Penting ya karena dapet Sertifikat buat syarat kelulusan dengan wajah flat πŸ‘€
  • Kata B : Lumayanlah ya, nambah temen baru di luar temen kuliah, mungkin aja dapet gebetan baru dengan wajah berseri haha
  • Kata C : Ngapain ikut gituan, ga penting amat mending fokus akademik aja. Badan justru capek, disuruh-suruh kerjain ini itu padahal tugas kuliah udah banyak, sering rapat sampe malem, danusanlah, cari sponsor, dll. Orang ini sedikit emosi sih ketika menyampaikan pendapatnya πŸ˜’
  • Kata D : Aku ikut berorganisasi kok, buat nambah ilmu dan skill baru. Terlebih, bermanfaat buat usahaku yang baru mulai kemaren. Jawaban gokil, ekspresinya juga berseri ketika disurvei πŸ˜‚

Itulah jawaban responden yang aku tampilkan secara kolektif dari hasil surveiku tadi. Beragam sudut pandangnya πŸ˜‚


Mulai Kenalan dengan Organisasi 🌱 Based on Personal Story

Secara singkat, awal SD-SMA aku kurang tertarik terlibat diorganisasi. Mungkin karena Intovert, suka ngegame, dan waktunya lebih banyak bantuin nenek kulakan warung kelontong 😊 Long Story Short, semua berubah, sejak di bangku kuliah, semacam terdorong jadi bagian dari organisasi tertentu.

Mau tau alasannya? simak terus ya ...

2015, aku terdaftar sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi. Ketika itu semester pertama, bulan kedua menjadi seorang mahasiswa. Diriku sempat berpikir dan tertenun dengan sistem kuliah di Indonesia ini.

"Setiap hari kuliah, diberi ilmu dari pagi hingga sore sama dosen. Gimana ya caranya agar ilmu yang di dapatkan itu dapat diimplementasikan, diaplikasikan agar bermanfaat ya?"

Pertanyaan itulah awal mula diriku terdorong ikut organisasi.

Jika dirunut pengaplikasian ilmu itu cukup beragam, bisa jadi jurnal, pengabdian masyarakat, terapin ke usaha, berorganisasi, dan sebagainya.

Setelah mikir seharian & baca hasil riset ini itu, akhirnya milih terlibat ke asosiasi profesi pemasaran bernama Indonesia Marketing Association (IMA). 

Baru tau, kalo organisasi ga sekadar masuk gitu aja jadi anggota. tapi harus lewatin proses seleksi biar jadi pengurus. Modal nekat, ga pernah punya pengalaman apapun. Lengkapin berkas, ikutin prosesnya (wawancara, lanjut FGD) dan dinyatakan lolos πŸ˜‚

Iktikat baik itupun tercapai, mulai belajar sampe passionate berdinamika di organisasi internal hingga eksternal kampus seperti berikut ini
  1. Indonesia Marketing Association (IMA): Creative Marketing (2016) & Wakil Ketua (2017)
  2. KOMPAS Corner: Project Manager (2017)
  3. PERHUMAS Muda Semarang: Head of PR (2017) & Chairman (2018-2021)
  4. Senat Fakultas Hukum & Komunikasi: Bid. Pengembangan Organisasi & Kaderisasi (2017)
  5. Lab. Ilmu Komunikasi Unika Soegijapranata: Bid. Research & Development (2018)

Lantas, benefitnya ikut organisasi itu apa aja sih?

Selama mengarungi dunia organisasi sejak awal kuliah hingga skripsi, dan inilah yang membuat diriku setuju bahwa berorganisasi itu penting.

Penting dalam arti membantumu dalam menunjang kegiatan akademik sehari-hari. Tapi ingat, pilih organisasi yang relevan dengan bidang pendidikan/ketertarikan/hobimu ya.

Kalo dikaitkan dengan benefit lain, tentu cukup banyak yang kamu dapatkan, contohnya ini nih


1. Media Praktek & Improvisasi Ilmu Pengetahuan


Serah Terima Jabatan Ketua Umum PERHUMAS Muda Semarang

     Nostalgia (2019) Serah Terima Jabatan Ketua Umum PERHUMAS Muda Semarang periode 2019-2021 bersama
     bapak Agung Laksamana (Dewan Kehormatan BPP PERHUMAS & EVP Freeport Indonesia) dan
     bapak Dr. Yanuar Luqman (Waketum Bid. Hukum Kehumasan PERHUMAS).

Kenapa di organisasi? Alasannya realistis kok, ibarat kamu mahasiswa baru ga punya media buat praktek ilmu itu, disinilah fungsi dan peran organisasi kemahasiswaan. Semisal kita gagal, ya jadi pelajaran berharga. Ga ada yang marahin kita juga.

Terlebih kita sebagai mahasiswa harus paham sisi teori tapi fasih mempraktekannya di lapangan. Jangan sampai hanya berteori, supaya ilmunya bermanfaat ✨

Biasanya, habis dapet teori dari dosen/belajar otodidak/hasil sharing sama pakar/praktisi segera aku praktekin tuh di organisasi. Kita jadi tau, teori/pembicaraan dari pakar tersebut itu valid tidak ya di lapangannya.

Disinilah, waktu berimprovisasi untuk dapetin pola yang pas dari ilmu yang sedang diterapkan. Bahkan, kamu mendapatkan ilmu baru nih atas proses pencocokan, bongkar pasang dan validasi lapangan itu.


2. Fokus itu Penting, Bisa Multitasking itu Berkah!


Kita mungkin kenal cara kerja itu ada 2 jenis, yaitu pertama, orang yang fokus dengan satu pekerjaan saja dalam satu waktu dan, kedua, mutitasker atau mampu mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. 

Dalam dinamikanya di lapangan, tentu ada problematika (pro & kontra) dengan dampak yang dihasilkan orang tersebut. Namun, hal ini bukanlah hal yang berarti bagi anak organisasi.

Kok Bisa? Tentu!

Karena bagi kami (anak organisasi), mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan bukan hal yang baru. Dapat dikatakan hal semacam ini hampir dilakukan setiap hari, namun tetap menganut college-work-life balance ya, agar fisik, pikiran dan hati tetap prima πŸ’™

Waktu itu segalanya dan manajemen waktu yang baik itu adalah Kuncinya πŸ˜‚ Dengan adanya pengelolaan waktu tersebutlah, adanya tugas, penyusunan proposal - laporan kegiatan bisa dilakukan secara baik, dan presisi.

*) S&K: Dampak ini bisa diperoleh ketika berorganisasi minim 5 bulan keatas ya 😁


3. Organisasi itu Kompleks, Bonusnya Paham Manajemen


Analoginya, aku masuk organisasi dari mahasiswa baru maka fasih memahami sistem, tata kelola dan membuat pola sistem manajemen yang baik pada tahap menjelang skripsi. Sepakat?

Dan ada satu lagi, aktif di organisasi itu knowledge & skill yang sudah dipelajari tidak hilang begitu saja, melainkan bertambah dan berpotensi lebih besar lagi karena sering diasah.

Selama ini, aku belajar, memahami dan mengaplikasikan cukup banyak ragam menajemen (padahal hal ini diluar program studiku yaitu ilmu komunikasi), seperti project management, sumber daya (aset fisik-non fisik), human capital, marketing, financial, operational, product, services, risk management, stakeholders, dll.

Kamu akan belajar sistem pengelolaan tersebut ketika memutuskan bergabung di organisasi tertentu. Coba rasakan setiap langkah yang ada, mulai tingkat low hingga top of management.


4. Punya banyak Temen & Relasi dari Segala Penjuru


Ketika memutuskan bergabung organisasi di fakultas, universitas ataupun eksternal kampus, semakin banyak ruang untuk pertemuan dengan berbagai jenis orang, dan kelompok. 

Banyaknya pertemuan, diskusi, dan kolaborasi menjadikan dirimu lebih matang. Belajar mengenai karakter orang, menjalin relasi, dan menghargai pendapat sesama. Dengan meningkatnya relasi, tentu akan meningkatkan potensi yang lebih baik dan besar lagi bagi perkembangan karir kita ke depan.


5. Membentuk Pribadi yang Lebih Positif


Nostalgia (2018) Syukuran HUT KOMPAS Corner bersama GM Harian KOMPAS Jawa Tengah dan Wakil Dekan FHK


Menurutku berorganisasi 'jika gabung dengan wadah yang tepat', akan membentuk habit positif dalam diri. Aku sangat bersyukur, sejak mahasiswa baru hingga skripsi telah diberi tempat untuk bertumbuh.

Hal ini berkaitan dengan iklim dan budaya dari organisasi tersebut. Aspek lain yang berpengaruh dengan adanya pemimpin yang satu frekuensi untuk maju. Seiring berjalannya waktu, kamu akan mengikuti arus positif tersebut dan membuatmu jadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

Misalnya nih, dulu dirimu sebagai seseorang yang inkonsisten berubah menjadi disiplin. Semua balik ke diri sendiri ya πŸ˜…


6. Rayakan Kebersamaan dan Insentif Acara


Catatan: (pengalaman dulu sering x kelola event & Alhamdulillah cuan, kebijakan yang kami ambil dengan membagikan profit ke setiap orang + ajak hangout ke playground seharian) 😁

Biasanya, organisasi itu menyelenggarakan kegiatan tertentu dengan beragam jenis pendanaan yang ditentukan sesuai kesepakatan bersama.

Setelah itu, kegiatan berlangsung nih (ada yang berhasil, biasa aja bahkan gagal). Kalo berhasil kadang ada dana sisa kegiatan. Dana sisa itu dibagi/dialokasikan sesuai kebijaksanaan pimpinan organisasi.

Setiap keputusan yang dihasilkan itu melalui proses diskusi dengan beberapa pihak dan keputusan akhirnya patut disyukuri. Berniat menimba ilmu ternyata memberi rezeki.


7. Peluang Usaha Sampingan


Kamu pernah lihat anak organisasi bawa tas kecil dengan isi jajanan/makanan box/beragam hal kreatif lainnya seperti jualan t-shirt, sticker, aksesoris, dll?

Mereka dilatih untuk berpikir kreatif & inovatif dengan spirit entrepreneurial untuk mengumpulkan dana sedikit demi sedikit untuk berkegiatan, hingga rekreasi.

Pengalamanku dulu ya ambil margin profit dari dagangan danus. Namanya juga usaha 😁

Aku harus berkendara menggunakan sepeda motor untuk mengangkut 100 pax (1 pack isi 2 buah) Risol Mayo ke kampus setiap 3 hari dalam seminggu selama 3 bulan. Dari Ungaran ke Kota Semarang dengan jarak tempuh 45 menit setiap hari πŸ˜‚

Setelah di kampus, nanti di distribusikan ke tim untuk dijual ke konsumen, dan beragam pengalaman lainnya. Keuntungannya cukup lumayan untuk jajan kala itu.


8. Membuka Peluang Kerja


Riil, statement HR Manager dari salah satu top company di Indonesia✨

Intinya, perusahaan akan lebih terbuka dengan kandidat yang punya pengalaman relevan selama kuliah. Hal ini dikarenakan mengingat dinamika bisnis yang kompetitif, sehingga mendorong perusahaan untuk lebih selektif dalam merekrut.

Jika dilihat dari kacamata HR, anak organisasi dengan dedikasi penuh akan mendapatkan perhatian lebih karena mereka melewati beragam proses dinamika pendidikan dan sosial yang ada.


Kesimpulan


Aktif berorganisasi merupakan sebuah pilihan, dikala banyaknya kegiatan yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. Bagiku organisasi sebagai media untuk tumbuh dan memberi dampak, walau perjalanan tidak selalu mulus.

Banyaknya tantangan, membuat kita tangguh dan tak gentar menghadapi dinamika kedepan. Pengalaman berharga menjadikan kita sebagai pembelajar sekaligus petarung memperjuangkan tujuan. Selamat Berdinamika!

Semoga Bermanfaat 😊 

Posting Komentar

0 Komentar