Carousel

Langkah Jitu Pemimpin Menghadapi Krisis Dengan Metode 5R

 


Setiap orang diciptakan sebagai individu sekaligus melekat predikat makhluk sosial. Dalam kehidupan sosial, dikenal istilah pemimpin dan pengikut. Dikatakan pemimpin jika dia memiliki pengaruh terhadap publik atau pengikutnya tersebut.

Kita sebagai seorang individu, juga dikategorikan sebagai pemimpin

kok bisa? tentunya, karena kita berhak untuk memimpin diri kita sendiri untuk sebagaimanapun yang kita mau dan pasti tanggung jawab melekat menjadi bagian yang tak terpisahkan

Sebagai seorang pemimpin, memanglah tidak mudah. Banyak tantangan dari sisi internal dan eksternal. Seiring datang menghampiri disetiap kesempatan yang ada.

Mengutip salah satu quote bahwa,

"Tidak ada pelaut hebat dilautan yang tenang" hal ini menandakan bahwa pelaut hebat ditempa dilautan dengan badai, gelombang, kecakapan, kompetensi dan kepribadian yang seimbang sehingga menghasilkan pelaut yang hebat tersebut

Hal ini jika kita kaitkan dengan case pemimpin, pada intinya sama. Hadirnya seorang pemimpin terbaik itu memang karena tempaan atas kerasnya kehidupan yang telah pemimpin itu jalani selama ini.

Berbagai pengalaman itulah yang menjadi bekal baik untuk pemimpin dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada. Namun pemimpin adalah seorang manusia yang tetap memiliki kesalahan dan kekurangan.

Terlebih jika ada kendala yang disebabkan oleh kondisi eksternal yang seringkali sukar ditanggulangi walaupun sudah ada rencana preventif

Lantas bagaimana?

Akupun yakin dengan hasil riset dari Mckinsey yang satu ini dengan menerapkan metode 5R, maka pemimpin akan semakin komplit dalam mengelola apapun yang menjadi amanah serta tanggung jawabnya.

Apa saja metode 5R dalam menghadapi krisis tersebut?

Kita mulai pembahasannya ya 💓

1. Resolve (Menyelesaikan)


Jika kamu diberikan amanah untuk menjadi pemimpin dan sewaktu dilanda oleh krisis tertentu, apa yang pertama kali kamu lakukan?

Merenung? optimis? atau bahkan pasrah?

Sedangkan timmu dan bahkan bahtera yang sedang kamu nahkodai sedang terombang ambing semakin tidak karuan jalannya?

Aku apresiasi bagi pemimpin yang menjawab dengan lantang dengan jawaban OPTIMIS.

Mengapa optimis?

Setiap pemimpin ditakdirkan untuk dapat membawa timnya menuju suatu tempat dan situasi sebagaimana harapan bersama. Dan disitulah fase tantangannya yaitu bersikap optimis walaupun realita berkebalikannya.

Setelah sikap optimis, selanjutnya yaitu memulai niat menyelesaikan setiap masalah yang ada mulai dari mikro hingga makro.

Pemimpin dituntut untuk menyeimbangkan berbagai aspek agar tetap berada pada frekuensi, situasi dan kondisi yang kondusif dikala badai yang menghampiri.


2. Resilience (Peka nan Berempati)


Modal niat memanglah penting, tapi itu hanya sekadar jadi niat biasa ketika tidak diiringi oleh kepekaan atas permasalahan yang menimpa

Sikap peka dapat menjadi modal bagi kita agar bisa melihat lebih jernih terhadap masalah yang ada.

Begitupula sikap empati yang tidak sekadar perasaan iba saja, namun juga tindakan konkrit untuk memulai merumuskan perbaikan disetiap lini yang perlu untuk diperbaiki dan diimprove agar lebih baik

Semangat inilah yang patut kita pakai sebagai langkah awal untuk mengkokohkan langkah memulai melaksanakannya ..

Lantas bagaimana memulainya?

Baca Juga: Kenali 3 Jenis Mindset Seorang Pemimpin


3. Return (Bangkit)


Inilah fase dimana komitmen, niat, kepekaan akan dilebur menjadi sebuah aksi nyata bagi seorang pemimpin.

Pembuktian bahwa pemimpin ini memanglah berpengalaman, memiliki semangat untuk bangkit setelah mengalami situasi dan kondisi yang kurang bersahabat dengannya maupun timnya

Mulai dengan konsolidasi semua sumber daya secara terorganisir untuk memulai tiap-tiap perencanaan yang telah dibuat menjadi langkah penyelesaian yang konkrit

Tidak ada drama, maupun hal lainnya kecuali fokus pada solusi melalui aksi yang tepat atas krisis tersebut

Inilah yang menjadi titik terang bagi seorang pemimpin untuk menegaskan bahwa dirinya memanglah seorang yang berdedikasi atas kepentingan bersama
 

4. Reimagination (Membayangkan)


Tidak cukup sampai disitu saja, karena aksi tanpa gambaran yang tepat juga akan membawa pada sisi kelam lainnya. Ini perlu kita pahami bersama karena kita tidak ingin asal melangkah saja, melainkan dengan visi yang jelas sekalipun ada penyesuaian di beberapa sisi

Tidaklah masalah, fokusnya memiliki aksi konkrit yang berlandaskan visi relevan dengan situasi serta kondisi yang sedang terjadi

Ketepatan dan kecakapan pemimpin inilah yang sangat menentukan, tidak hanya bagaimana dapat membayangkan saja namun juga turut merumuskan bersama tim dan mengkomunikasikan ke setiap orang secara tepat untuk dilaksanakan sesuai rencana

5. Reform (Menginisiasi Pembaruan)


Berani untuk mengubah status quo?
Dan ternyata status quo itulah yang menjerumuskan tim pada kenestapaan?
Break the rules jawabannya, inilah jawaban dari para inovator kelas dunia.
Akupun meyakini dengan statement ini, pendekatan yang lebih inovatiflah yang akan membawa kita pada tatanan yang baru. Tapi apakah tatanan baru itu menjamin?

Belum tentu juga, tapi kita bisa mengkontrol situasi dan kondisi inikan?

Setidaknya lebih baik dibanding sikon sebelumnya kan?

Cara kita mengelola tatanan baru inilah yang akan menentukan budaya dan berkehidupan kedepan
Tidak ada salah maupun benar, intinya pada kemauan bersama untuk terus melangkah ke arah yang lebih baik. Jika dengan membuat tatanan baru membuat hidup lebih berkualitas, why not?

Jika masih meyakini dengan tatanan sebelumnya dan memang hanya butuh sedikit effort saja dianggap sudah teratasi, juga tidak salahkan?

Ini hanyalah perihal persepsi diri seorang pemimpin yang diberikan jalan luas membentang untuk memilah dan memilih rute terbaik bagi diri dan timnya

Kebijaksaaan pemimpin akan sangat diuji dan dengan diuji itulah kemapanan dalam memimpin akan terus berkembang menjadi panutan siapapun yang menjadi anggota maupun pengikutnya.

Kesimpulan

 
Setiap pemimpin tentu mengupayakan yang terbaik bagi timnya, terlepas dari keterbatasan yang ada tentu segala cara akan ditempuh serta merta sebagai bentuk tanggung jawab dan dedikasi atas amanah yang melekat pada dirinya

Tentu diluar sana banyak metode yang dapat digunakan untuk menghadapi krisis. Namun menurutku, inilah metode yang komplit dapat mengakomodasi kepentingan yang lebih besar dibanding hanya mengunggulkan satu atau beberapa faktor saja

Kamu berhak untuk menilai dan menggunakan mana yang lebih pas dengan ukuran maupun kapasitas dari timmu ya, fokus utamanya adalah kebaikan dan keselarasan untuk menjamin keberlangsungan tim saat ini hingga masa depan

Semoga membantu 😊

Bagaimana Membangun Komunitas? Ikuti 10 Langkah Mudah Ini

Cara Membangun Komunitas

Komunitas menjadi salah satu elemen penting dalam bermasyarakat. Bermula dari karakter manusia yang senang untuk berkelompok, munculah wadah yang mengakomodasi kepentingan tersebut. Komunitas ada yang hanya wadah sekumpulan orang dan adapula yang organisasi struktural. Pahami lebih lanjut kuy berikut ini,

Fundamental Komunitas


Hakikatnya komunitas adalah wadah bagi sekelompok orang dari beragam elemen masyarakat yang memiliki nilai, tujuan yang sama dan berupaya mencapainya dengan mesin organisasi tersebut.

Berdasarkan jenisnya, komunitas terbagi jadi 3 yaitu,

Berbasis Minat, yaitu sekumpulan orang yang memiliki ketertarikan dan minat yang sama terhadap sesuatu. Wadah ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan anggotanya.

Berbasis Lokasi, yaitu sekelompok orang yang berdomisili di satu tempat/daerah. Wadah ini bertujuan untuk saling mengenal antar individu dan mengembangkan wilayahnya

Berbasis Komuni, yaitu sekumpulan orang yang terbentuk atas kepentingan dan keinginan bersama untuk mencapai tujuan suatu organisasi tertentu. Seperti halnya perhimpunan profesi.

Berdasarkan penjelasan diatas, Apakah kamu pernah berkomunitas di salah satu jenis tersebut? Jika pernah, Apa yang kamu rasakan & dapatkan ketika terlibat di dalamnya? Share di kolom komentar yaa 😁

Beralih ke pembahasan utama, komunitas yang berkelanjutan memiliki beberapa aspek pendukung nih. Adapun penjelasannya sebagai berikut,

1. Tetapkan Tujuan Berkomunitas yang tertuang dalam Visi & Misi Komunitas


Membangun komunitas tentu harus memiliki tujuan yang jelas. Apakah itu sebatas mengembangkan hobi, nambah relasi, ataupun ningkatin skillmu? itu pilihan. 

Komunitas yang baik adalah medium yang dapat membuat setiap anggotanya bertumbuh dari aspek pengetahuan & keterampilan secara berkelanjutan. Disamping itu menambah relasi, meningkatkan rasa kepekaan terhadap orang lain dan masyarakat. 

Pada tahap inilah keberlanjutan organisasi akan ditentukan. Bisa jadi kurang tepatnya strategi, akan berdampak besar. Tentu dalam hal ini, perlu adanya kebijaksanaan dari para pengurus untuk memperhatikan seluruh aspek yang bersangkutan.

Adanya sebuah visi membantu komunitas untuk tetap pada jalur yang benar. Tau apa yang ingin dicapai bersama. Dimulai dengan membayangkan ingin dibawa kemana organisasi tersebut dalam kurun waktu setahun, atau beberapa tahun kedepan. 

Begitupun misi sebagai pembedahan dari visi yang bersifat umum tersebut dalam poin-poin yang mudah untuk dilakukan

Contoh: 

Organisasi PERHUMAS Muda Semarang memiliki paparan visi dan misi sebagai berikut, 

"Menjadi platform kepemudaan terdepan dalam pembelajaran dan kegiatan kehumasan yang bermakna bagi pengurus, anggota dan masyarakat di Semarang."

2. Buat Struktur Kepengurusan & Sistem Regenerasi


Secara umum komunitas memiliki struktur kepengurusan. Tujuan adanya struktur tersebut adalah memahami tugas pokok dan fungsi masing dalam menjalankan roda aktivitas.

Setiap orang yang ada berperan sesuai bidangnya masing-masing untuk memerankan fungsinya. Apakah orang itu sebagai konseptor atau eksekutor. 

Saya meyakini bahwasanya, komunitas juga sama seperti organisasi bisnis yang ada, hanya perbedaannya di kepentingan yang akan dicapai. Kita perlu memetakan struktur organisasi memiliki 3 pembagian yaitu, 

Tingkatan Manajemen Organisasi. Sumber: Management Study Guide

Mari kita bahas satu persatu terkait tingkatan manajemen diatas,

a. Top of Management, terdiri dari ketua umum, wakil ketua, sekretaris dan bendahara. Manajemen puncak adalah sumber utama wewenang dan mengelola tujuan dan kebijakan untuk suatu organisasi. Ini mencurahkan lebih banyak waktu untuk fungsi perencanaan dan koordinasi.

b. Middle of Management, jajaran ini terdiri dari kepala departemen yang bertanggung jawab kepada manajemen puncak untuk berfungsinya departemen mereka. Mereka mencurahkan lebih banyak waktu untuk fungsi organisasi dan arah.

c. Lower of Management, terdiri atas supervisor dan pengawas. Bagian ini memastikan bahwa arahan dari manajemen tingkat atas dan menengah selaras dengan tugas yang sedang dikerjakan oleh para staf. 

Belum tentu setiap organisasi memperlukan 3 tingkatan manajemen tersebut, bisa jadi hanya perlu top of management saja. Hal ini kembali pada kebutuhan setiap komunitas yang ada. Jika anggotanya banyak dan programnya beragam, tentu perlu adanya strata manajemen yang mengelolanya kan?

3. Sistem Regenerasi


Tahun demi tahun akan dilalui setiap organisasi, keberlanjutan dari komunitas tergantung dari sistem regenerasinya. Kepengurusan menjadi pilar yang sangat vital. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, justru tahun berikutnya tidak optimal bahkan justru mangkrak.

Pihak top of management bersama departemen Human Capital/HRD, perlu menyiapkan sistem open recruitment bagi next pengurus dan anggota. Selain menambah amunisi sumber daya manusia, juga dapat menjadi media yang mutakhir dalam mengkomunikasikan eksistensi & program kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Penting gak sih ikut organisasi kemahasiswaan di kampus?

4. Siapkan Program Komunitas


Keberadaan organisasi komunitas belumlah sempurna ketika sekadar Ada saja. Eksistensi ini seyogyanya diimbangi dengan hadirnya program yang relevan dan bermanfaat bagi publik internal maupun eksternal.

Dalam penyusunan program, fokuskanlah pada pengembangan internal komunitas terlebih dahulu sebelum eksternal. hal ini karena pondasi internal haruslah lebih kokoh. SDM yang ada harus tangkas, sebelum menyajikan program eksternal yang lebih sukar.

Berikut ini program internal dan eksternal yang dapat kamu terapkan,

A. Program Internal

1. Program pengembangan diri dan departemen
2. Team building (Makrab)
3. Reward & punishment
4. Hangout
5. Relawan kegiatan sosial, dll

B. Program Eksternal
1. Conference
2. Workshop
3. Concert
4. Exhibition
5. Company/Media visit
6. Competition, dll

5. Sepakati Sistem Keuangan Bersama


Setiap komunitas memiliki kekuatan finansial yang berbeda. Ada yang memiliki sumber pendapatan tetap dari pengelola pusat, ada yang harus struggling/mandiri. 

jika masuk pada golongan dapat bagian dari pengelola pusat maka sisa kebutuhan bisa ditolong oleh sistem kas. Jika berada pada golongan kedua? harus putar otak dari jajaran pimpinan hingga anggota kan?

Maka dalam membangun komunitas perlu adanya sistem keuangan yang baik. Terutama sistem cashflow yang sehat. Berimbang antara program yang dihasilkan dengan outputnya.

Umumnya, pada komunitas dikenal beberapa sistem pendanaan seperti adanya KAS (per bulan), donatur, sponsorship, kerjasama mutualisme dan sebagainya. 

Urusan perbendaharaan dan alokasi anggaran perlu di pahami secara benar agar pengeluaran tidak over yang dapat mengakibatkan krisis. Ini berbahaya, karena roda pergerakan terhambat. Maka dari pimpinan organisasi perlu mereview dan mengalokasikan setiap dana untuk beragam kegiatan organisasi dengan baik.

6. Bangun Relasi dengan Semua Pihak


Berkoneksi atau berjejaring itu sebuah keharusan. Terlebih dapat berkolaborasi dengan pihak lain, tentu menjadi sebuah pencapaian tersendiri. 

Membangun komunitas yang sustainable tidak berfokus hanya pada internal saja, melainkan pihak eksternal harus dirawat sebaik mungkin. Pemangku kepentingan yang lain justru membawa sesuatu hal yang besar bagi komunitasmu. Misalnya, kolaborasi project hingga kerjasama dalam pendanaan.

Berikut tips dalam menjalin dan merawat relasi dengan pihak eksternal yang relevan bagi komunitasmu,

1. Petakan Pemangku Kepentingan, tahap ini menjadi sangat penting karena kita perlu memahami siapa yang bersinggungan langsung dengan kita. Misalnya, Pemerintah, Korporat, dan sebagainya
2. Jalin komunikasi dua arah melalui kanal online & tatap muka
3. Menghadiri kegiatan pihak eksternal (jika diundang) ataupun boleh berkunjung jika terdapat program yang terbuka untuk umum

7. Gunakan Media Sosial untuk Berkomunikasi & Menarik Minat Masyarakat


Era modern menuntut kita untuk lebih adaptif, salah satunya mengadopsi media daring seperti website dan media sosial. Media sosial terbukti cukup ampuh (based on observasi) untuk meningkatkan awareness.

Komunitas yang notabene minim dana untuk promosi, akan lebih efektif ketika menggunakan media sosial. Terlebih setiap orang saat ini sudah menjamah digital, terutama generasi Y & Z. Ini sebuah momentum untuk lebih agresif dalam menjalin komunikasi intens dengan audience dan menarik minat masyarakat terhadap komunitas kita.

8. Membranding Komunitas secara tepat


Dalam proses membangun komunitas, kita harus memahami visi dan misi yang telah dibuat. Tidak berhenti pada titik itu saja, melainkan kita perlu mamahami mengemas program komunikasi komunitas menjadi lebih menarik.

Bagi para pemimpin organisasi komunitas, penting untuk memulai dari sekarang dalam membranding komunitasmu! Secara sederhana dapat dimulai dengan beberapa langkah berikut ini,

1. Ketahuilah tujuan organisasimu secara jelas
2. Tentukan langkah "Bagaimana persepsi orang lain ingin melihat komunitasmu"
3. Senadakan seluruh atribut komunitas sesuai dengan karakter dasar yang ingin dibentuk
4. Komunikasikanlah secara progresif melalui berbagai media
5. More Experiment! :)


9. Tunjuk Seorang Mentor


Dalam proses membangun komunitas, peran mentor akan berpengaruh. Hal ini karena sang mentor tersebut telah memiliki pengalaman dan ilmu yang cukup mengarahkan komunitas ke arah yang lebih baik.

Tugas para pemimpin organisasi komunitas inilah yang cukup sulit, yaitu menemukan mentor yang tepat. Terlebih tidak semua orang bersedia untuk membimbing, bahkan ada yang sekadar membimbing dan malah ada juga yang mengantarkan ke jurang.

Sungguh tantangan karena salah langkah akan berakibat fatal. Maka ada beberapa tips dalam memilih mentor komunitasmu nih,

1. Pahami latar belakangnya secara jelas, terutama track recordnya
2. Memiliki semangat yang sama dengan komunitasmu
3. Memiliki kompetensi dalam bidang pengembangan komunitas

10. Buat Ketentuan Kode Etik Komunitas


Seperti layaknya sebuah organisasi formal bisnis, komunitas juga perlu memiliki syarat, ketentuan dan peraturan yang mengikat. Mengikat kepada seluruh orang yang berada di naungan komunitas.

Hal ini akan menjadi pakem yang kuat dan batasan dalam berkegiatan. Setiap anggota dibuat untuk taat terhadap ketentuan yang berlaku agar terhindar dari perbuatan tercela yang mengakibatkan buruknya citra komunitas. Pakem ini tentu perlu di sesuaikan dengan kebutuhan tiap organisasi komunitas. Selaras dengan visi organisasi juga. 

Maka dalam hal ini perlu dibuat juga Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga (AD ART) yang jelas. Jika hal ini ada, maka kejelasan terhadap keberadaan organisasi cukup lengkap dan berkarakter.
Kesimpulan

Ketika kita memahami tujuan dalam berkomunitas, maka kita sudah berada pada jalan yang tepat. Membangun komunitas bukan perkara mudah, banyak aspek yang perlu dirancang dengan presisi. Tentu bukan 1x jadi, melainkan melalui proses learning by doing. 

Dengan panduan tersebut, harapannya dapat memberikan guideline untuk para cendekiawan muda dan masyarakat untuk mempunyai komunitas yang baik. Baik secara value internal hingga menghasilkan produk organisasi komunitas yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

Demikian 101 Tips Membangun Komunitas yang bermanfaat dan bermakna, jika ada pertanyaan lebih lanjut dapat bertanya di kolom komentar ya

Semoga bermanfaat & membantu 😊

Alat Bisnis Gratis, Tanpa Repot dan Keluar Browser

Alat Bisnis Gratis Tanpa Keluar Browser

Tools Bisnis Gratis bagi bisnis?

Beneran? Bukannya kita harus beli, memiliki laptop kekinian dan menginstallnya terlebih dahulu?

Perkembangan digital di dunia dan Indonesia yang sangat masif membuat beberapa perubahan signifikan dalam tataran kehidupan manusia. Salah satunya transformasi aplikasi atau tools untuk menunjang pekerjaan kita. Padahal semula kita harus membeli dan belajar otodidik secara kontinu untuk dapat mahir menguasainya.

Sekarang? Kita dimudahkan dengan adanya teknologi terlebih sudah tersedianya aplikasi web-based. Kita tidak perlu lagi menginstall aplikasi yang cukup berat di laptop. Bukankah ini sebuah inovasi yang menguntungkan? Yeahh benar, ini kabar gembira bagi kita semua. Terlebih bagi kita yang hanya memiliki laptop dengan spesifikasi Low-mid end.

Maka dari itu, aku disini akan menyajikan beberapa pilihan tools bisnis gratis web based yang dapat kamu manfaatkan untuk menunjang pekerjaan atau kegiatan lainnya yaa.

Eits, sebelum mengaksesnya nih, kamu bisa bookmark artikel ini biar suatu saat kalo butuh tinggal klik & ngerjain tanpa perlu repot bahkan mikir karena lupa alamat websitenya hehe :)

Kuy! Mulai dari sini...

1. Tools Design & Art


a. Canva, bagi beberapa orang pasti udah tau nih tools bisnis gratis khusus desain ini. Pilihan format yang beragam dan peralatan design yang cukup lengkap menjadi nilai tersendiri bagi aplikasi tersebut.

b. Snappa, user interface yang sederhana dana clean membuat aplikasi ini menjadi salah satu pilihanku nih. Namun bagi pengguna gratisan, hanya dibatasi sehari dapat membuat dan mengunduh 5x saja yaa.

c. Behance, kamu calon seorang desainer grafis? Website ini pastinya penuh referensi yang mengagumkan dari kreator internasional maupun lokal. Disana kamu bisa mendapatkan insight dan sekaligus memposting hasil karyamu sebagai portfolio yang kemudian bisa menjadi bekal untuk dihire perusahaan maupun kerjasama.

d. Dribbble, fungsinya mirip seperti Behance sih. Namun disini kamu juga akan dipertemukan dengan komunitas designer terbesar di Dunia loh.

e. Flaticon, butuh icon untuk menghias designmu? Unduh sepuasnya dengan mengunjungi website ini. Kamu akan disajikan beberapa pilihan menarik baik satuan, paket hingga template khusus loh.

f. UISpace, Tenang website ini mengumpulkan design UI & UX gratisan kok. Kamu bisa mengunduhnya kapan saja dan dimana saja tentu dengan login terlebih dahulu ya. Inspirasinya kece dan fungsional banget kok. Cobain deh hehe

g. Freebbble, pusat referensi khusus buat kamu nih ya demen ngulik di Dribbble. Karena website ini mengunggah karya dan tools bisnis gratis mulai dari format Photoshop hingga sketch.

h. Freepik, pemburu gratisan, angkat tangannya? freepik ini telah dikenal sebagai source untuk beragam gambar, ilustrasi hingga template gratis loh.

i. GraphicBurger, butuh mockup design? cus langsung aja kemari. Pilihannya banyak dan cukup menarik buat kamu untuk berkreasi loh. Kuy dipilih dipilih sesuai keinginan hehe

Lanjutan ..

j. FreePSD, bagi Photoshop addict nih daripada ribet cari bahan mockup buat UI maupun UX diluar sana, mending langsung sedot aja nih pusat PSD terbesar di internet.

k. DB Freebies, ini nih kumpulan dari karya gratis Behance dan Dribbble. Mantap bisa dipadu padankan dalam satu website untuk mempermudah pekerja kreatif dan freelancer tanah air nih.

l. Place It, butuh paket mockup? mau dikirim ke email secara bergantian dan berbeda tiap minggu? kunjungi nih websitenya. Disediakan beragam pilihan yang tentu membantu pengilustrasian konten designmu.

m. Pixel Buddha, premium sama gratisannya hampir sama kualitasnya. Coba deh scroll dan pilih-pilih dulu designnya. Kali aja tertarik dan bungkus gan

n. Creative Market Free Goods, tiap senin nih bagi-bagi paket design mulai dari font, mockup, design dan sebagainya. Kapan lagi dapet high quality stuff kualitas premium dari Creative Market yato

o. Pixeden, web ini juga menghimpun beragam mockup pilihan mulai dari premium hingga freemium loh.

p. Freebiesbug, bagi kamu yang lagi butuh referensi hingga template design UI bisa dicoba nih dan pastinya lengkap loh.

q. Fribbble, kumpulan file PSD yang telah dikurasi dan dikategorikan sesuai jenis designnya nih.

r. PSDDD, alternatif mengunduh template PSD dan Sketch buat para designer

s. COLOURlovers, pilih warna dasar, kombinasikan dengan warna lain dengan mudah hanya perlu beberapa klik saja. Dapatkan warna sesuai keinginanmu melalui tools bisnis gratis disini.

t. Subtle Patterns, bagi pecinta patern untuk background design bisa mampir kemari deh. Coba kreasikan design dengan sentuhan personal biar jadi perpaduan pola unik versi kamu.

u. Photoshop Gradient, selama ini membuat gradient di Photoshop masih cukup kasar jika dizoom, dengan bantuan plugin pihak ketiga ini dapat memperhalus tekstur gradient design kamu. Cobain deh hehe

v. Focus Effect ON1, mau tools bisnis gratis cuma 14 hari dengan paket lengkap buat edit foto kamu menggunakan efek? cobain deh buka dan unduh toolsnya.

2. Pilihan Font


a. Dafont, Tampilan sederhana, mudah untuk diakses dan pilihan font cukup lengkap dibanding website font lainnya sih. Ini jadi salah satu langganan para designer ketika mencari referensi maupun mengunduh font family.

b. Google Fonts, pengen fontmu seperti font di Google Chorome yang semi formal dan lugas? Coba pilih-pilih deh di gudang font besutan Google yang satu ini. Pastinya kamu bakal dapet font family yang kece dan catchy.

c. Font to Width, cari referensi yang banyak buat kolaborasiin font? boleh nih di coba tools bisnis gratis di website yang satu ini.

d. 1001 fonts, bosen pake font yang itu-itu aja? pilih dan download sesuka hati dengan 1001 pilihan font disini. Mulai dari handwriting hingga variasi lainnya.

e. Font Squirrel, website ini juga cukup lengkap disamping dafont loh, ada font identifier juga ketika kamu pengen lihat font kece tapi gatau namanya.

f. Type Wolf, tools bisnis gratis dengan ragam font klasik dan elegan untuk memperindah tampilan designmu. Ada juga font modern gitu, pilihannya banyak dengan tampilan website klasik.

3. Tools Produktivitas Kerja


a. Trello, aplikasi ini dikenal oleh sejumlah organisasi di dunia sebagai alat sederhana namun powerfull dalam tata kelola proyek. Anda hanya perlu membuat kartu kategori dan membuat sub kartu proyek untuk dikerjakan dan dilaporkan secara real-time kepada pimpinanmu yang akan tertanda melalui panel notifikasi.

b. Slack, aplikasi yang super multi fungsi bagi organisasi dimana mendukung beragam fitur yang memudahkan dalam proses komunikasi, berbagi dan mengintegrasikan proyek kepada lintas departemen hanya beberapa ketukan saja.

c. Google Keep, bosan dengan aplikasi catatanmu? coba beralih ke aplikasi ini deh. Selain desainnya yang eye catching warna-warni dan kubikal. Aplikasi ini juga memuat beragam fitur unggulan dan terintegrasi antara smartphone dan web page selama masih login akun gmail.

d. Google Drive, saat ini era cloud computing loh, fungsionalitas hard dan flash disk seakan terkikis. Aplikasi ini sudah otomatis ada dan sepaket dengan layanan Google lainnya. Namun fungsi utama aplikasi ini untuk menyimpan berkasmu dengan aman sehingga tidak perlu repot ketika laptop terkena virus atau error.

e. Google Calendar, bagi seorang pekerja kreatif waktu merupakan segalanya. Maka dari itu perlu adanya management waktu yang baik dan tepat. Aplikasi kalender ini juga sangat berguna terlebih disinkronkan dengan aplikasi google keep. Tentunya akan membuat harimu lebih produktif.

f. Team Viewer, era digital telah tiba dan saatnya memulai pekerjaan secara remote namun tetap bertanggung jawab. Lakukan berbagai hal dengan cepat dari manasaja dan kapansaja sesuai agenda kerjamu pada hari itu menggunakan aplikasi ini.

g. Forest: Stay Focused, era distraksi telah mulai dimana gangguan demi gangguan terus berdatangan terlebih hadirnya smartphone dan internet. Kita perlu mengalokasikan waktu dengan baik. Aplikasi ini membantu dalam memaintenance waktu dengan pendekatan unik dan kamu akan mendapatkan reward lucu. Cobain deh pasti ketagihan untuk menjadi pribadi produktif.

h. MindMup, pekerja kreatif setiap hari dituntut untuk dapat mengeksloprasi ide untuk dikembangkan menjadi inovasi produk. Maka dari itu, perlu adanya bantuan dari tools bisnis gratis mind mapping sehinnga ide yang tercetus dapat dikembangkan menjadi beragam metode dan bermanfaat kedepannya.

i. Survey Monkey, bagi pemilik bisnis mengetahui kepuasan dan menjaring feedback dari konsumen menjadi hal yang wajib dilakukan. Hal ini karena dengan adanya input tersebut kita dapat mengembangkan produk menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

j. Share It, bagikan berkas organisasi dengan rekan kerja untuk mempercepat proses penyelesaian pekerjaanmu. Tanpa perlu repot dan hanya beberapa sentuhan saja.

k. Google Translate, aplikasi menjadi penyelamat bagi sebagian besar masyarakat Indonesia dimana mereka belum fasih dalam berbahas asing. Begitupun dengan pekerja kreatif, mereka dapat mencari istilah asing untuk menunjang kosa-kata yang ingin ditampilkan pada produknya.

l. Noisli, kamu punya masalah dengan fokusmu karena banyaknya distraksi yang ada? Cobain aplikasi ini deh, dengan bantuan alunan lagu yang suasional dan menyejukan hati ini tentu produktivitasmu akan meningkat.

m. Noizio, kamu fanboy/fangirl Apple yang sering butuh focus booster? cobain aplikasi ini dengan tampilan yang sederhana dan menarik.

n. Coffitivity, lagi suntuk dengerin playlist lagu yang biasanya? website ini menyediakan lagu pilihan yang tentunya berguna meningkatkan kreativitas dan produktivitasmu loh.

o. Cold Turkey Blocker, saat ini dengan banyaknya aplikasi digital yang ada dan mungkin terinstall di laptopmu tentu akan memunculkan pop-up sehingga kerjamu akan terganggu. Menggunakan tools gratis ini pastinya kamu bisa memblock beberapa aplikasi yang mengganggu. Kerja aman dan lancar tanpa gangguan lagi.

p. Dropbox, penyimpanan awan yang mudah digunakan dan telah tersedia di beragam perangkat baik smartphone hingga personal computer. Memudahkan penyimpananmu ketika slot hard disk pc minipis. Namun ruang penyimpanan ini terbatas untuk pengguna namun tetap cukup untuk menyimpan berkasmu dengan aman kok.

q. Mega, tools bisnis gratis ini pada hakikatnya sama dengan G Drive & Dropbox untuk penyimpanan internet namun memiliki kelebihan yaitu memiliki ruang 50 GB untuk pengguna awal dan free account.

r. bit.ly, merasa link ingin kamu bagikan terlalu panjang? ini nih solusinya untuk meringkas dan mengkustom linkmu tersebut agar lebih enak dipandang dan membranding kontenmu.

s. ColorHunt, lagi mendesain atau lagi cari perpaduan warna yang kece? tenang, di tools bisnis gratis ini kamu akan diberikan rekomendasi atau mengkostumisasi warna yang tentunya matching dan menawan.

4. Tools Gratis Foto HD


a. Stock Snap, tools bisnis gratis ini merupakan kumpulan gambar HD yang menawan untuk melengkapi design atau menjadi wallpaper laptopmu.

b. Unsplash, pusat gambar dari fotografer dan komunitas ternama dalam mencurahkan karyanya di website ini secara gratis bagi masyarakat dunia.

c. Pixabay, gambar HD tanpa royalti, kualitas gambar jempolan.

d. ISO Republic, foto gratis untuk semua orang dan pilih sesuka hati sesuai dengan keinginanmu

e. Little Visual, gambarnya bejibun dan yang paling penting bebas diunduh. Dapatkan gambar pilihan dari editor melalui emailmu ketika mendaftar dan berlangganan.

f. Gratisography, namanya Gratis yato dan pastinya kamu secara suka-suka mengunduh gambar HD kapan dan dimana aja.

g. Foodiesfeed, kreator konten makanan pasti butuh dong gambar referensi yang banyak dari food crafter terkemuka. Nah, tools bisnis gratis ini menyajikan beragam bentuk sajian tema makanan yang eye-catching.

h. Death to Stock, dapatkan 14 hari trial untuk gambar kualitas terbaik di website ini.

i. PIC Jumbo, pilihan gambar resolusi tinggi

j. Resplashed, Dapatkan gambar resolusi tinggi dengan beragam varian untuk proyek design dan webmu.

k. New Old Stock, stok foto vintage dari arsip publik yang dikoleksi untuk dipergunakan masyarakat secara gratis.

l. Startup Stock, para designer butuh foto suasana kerja startup bisa banget di cek website ini.

m. Function, tools bisnis gratis ini merupakan arsip foto gratis bagi publik nih

n. Photo Collections, koleksi foto karya ini sangat menarik bagi penggemar foto ekosistem alam

o. Street Will, butuh foto street yang kece badai dan berlokasi di luar negeri. Cocok nih tools bisnis gratis ini buatmu

p. Realistic Shots, foto artistik dari fotografer lepas yang mempersona.

Lanjutan ..

q. Jay Mantri, arsip foto dari Jay Mantri dengan suasana perkotaan dan modern

r. Travel Coffee Book, kumpulan foto perjalanan, kopi dan buku yang menginspirasi kamu.

s. Life of Pix, menyuguhkan beragam foto artistik dan arsitektur luar negeri yang mempesona

t. Magdeleine, karya tangan dari fotografer handal disajikan dalam tampilan memukau.

u. Pexels, gudangnya foto kualitas jempolan yang populer nih, cobain deh pasti nagih fotonya

v. Public Domain Archieve, ini hampir sama dengan Pexels dimana menjadi laman yang populer dalam mencari gambar HD

w. Superfamous Studios, foto dari fotografer dan designer terkemuka di luar negeri nih

x. Epicva, tools bisnis gratis ini berisikan foto kece dan menawan dengan panorama menawan Eropa

y. Split Share, foto gratis untuk digunakan kepentingan komersial dan cobain lihat-lihat dulu deh fotonya kece dan menawan.

z. Cupcake Nilsson Lee, tools bisnis gratis ini merupakan kumpulan foto kualitas wahid bertema panorama alam yang mempesona dari fotografer Nilsson Lee. Pastinya akan melengkapi karyamu dan memperhias wallpaper laptopmu.

Bagaimana? diatas merupakan pilihan tools bisnis gratis yang dapat kamu manfaatkan untuk menunjang pekerjaan bukan? Seiring berjalannya waktu, aku akan perbaharui dan tambahkan lagi beberapa website yang tentunya bermanfaat.

Jika ada masukan dan sanggahan terkait artikel tools bisnis gratis ini dapat dibubuhkan di kolom komentar dibawah ini ya.

Semoga Bermanfaat & membantu 😊

Sosial Media Marketing: Panduan Pemula dan Strategi Go Digital!

Sosial Media Marketing bagi Pemula dan Bisnis

Sosial Media dan Internet adalah New Currency sejak 5 tahun lalu. Pertumbuhan pengguna internet, khususnya media sosial meningkat setiap tahunnya.

Data statistik dari We Are Social periode Januari 2019 menunjukan, di Indonesia terdapat 150 juta pengguna internet dan media sosial.

Melihat perubahan tren tersebut, pelaku bisnis perlu mengintegrasikan cangkupan pemasarannya antara pemasaran konvensional dan digital. Pemasaran digital sangatlah luas, hal termudah yang dapat dilakukan salah satunya dengan metode Social Media Marketing (SMM).

Selayang Pandang


Sosial Media Marketing adalah kegiatan pemasaran yang dilakukan secara intensif melalui media baru (media sosial). Bertujuan untuk mempromosikan produk, membentuk citra positif, menjalin interaksi antara bisnis dengan konsumen dan menjaring ide dari konsumen.

Bentuk kegiatannya beragam sesuai tujuan yang ingin dicapai oleh bisnis. Tolok ukur keberhasilan pemasaran dalam social media adalah umpan balik positif dari konsumen dan penjualan produk secara offline dan online yang meningkat dari waktu ke waktu.

Jadi, Bagaimana merencanakan dan membangun pemasaran berbasis media sosial yang efektif serta efisien ?

Mari kita mulai,

1. Tetapkan Rencana dan Tujuan Pemasaran


Kegiatan sukses berawal dari rencana dan tujuan yang jelas. Hal ini berlaku dalam pemasaran di media sosial. Namun, seringkali terlewatkan oleh sebagian besar pelaku bisnis sehingga mereka stuck karena tidak mengetahui arah yang ingin dicapai.

Tragis!

Pelaku bisnis dapat mengaplikasikan metode SMART yang terdiri atas lima poin berikut ini:

A. Spesific, canangkan rencana dan tujuan secara jelas dan rinci. Hal ini membantu memetakan lajur yang ingin ditempuh dalam kampanye di media sosial.
B. Measurable, melihat dan mengukur kompetensi serta kapabilitas bisnis terlebih dahulu sebelum menetapkan target yang hendak dicapai.
C. Achievable, menetapkan tujuan dengan logis dan berdasarkan pengukuran sesuai kapabilitas bisnis.
D. Realistic, penetapan arah dan tujuan yang dapat dicerna secara akal sehat dengan pengukuran tepat dan akuntabel.
E. Time Bond, penetapan tujuan secara berjangka (pendek, menengah dan panjang) dengan menggunakan sistem deadline. Hal ini akan membantu mengakselerasi kampanye di social media secara tepat dan terukur.

Sekarang, silakan tetapkan tujuan bisnis Anda dan fokus terhadap apa yang sudah direncanakan tersebut. Jika tujuan tersebut direncanakan dengan matang, pasti hasilnya memuaskan sehingga bisnis semakin berkembang.

Baca Juga: Pemanfaatan Instagram Stories bagi Bisnis

2. Pilih dan Tentukan Prioritas Sosial Media yang Akan Digunakan


Ragam social media cukup banyak di Indonesia. Anda berhak memiliki dan menggunakan seluruhnya, namun pilihlah beberapa untuk dijadikan prioritas utama dalam menjaring calon konsumen Anda.

Silakan susun platform media sosial tersebut menjadi dua bagian:

A. Primary, merupakan media sosial yang selalu digunakan dalam berbagai aspek. Mulai dari promosi, penjualan produk, pelayanan pelanggan hingga hal teknis lainnya. Karena media ini menjadi fokus utama, maka Anda harus memperbaharui konten dan produk secara berkala serta pastikan selalu aktif jika ada yang bertanya ataupun berkomentar di konten yang kita bagikan.

B. Secondary, merupakan media yang bertujuan untuk mengcover, jika terjadi kesalahan teknis di social media primary. Kita dapat mengalihkannya ke media ini sehingga konsumen tidak menemui jalan buntu ketika ada klaim ataupun emergency question. Anda dapat mempublikasi konten yang berbeda dengan primary platform untuk memberikan variasi dalam upaya promosi bisnis.

Berikut merupakan riset yang dilansir oleh We Are Social, terkait popularitas media sosial di Indonesia,


Beberapa poin berikut perlu dicatat sebelum Anda menentukan platform yang tepat dalam kampanye:

A. Cari, kumpulkan dan analisa data demografi serta dimana konsumen dan calon konsumen Anda,
B. Mencari tahu fitur yang disediakan platform sosial media dalam menunjang kebutuhan bisnis,
C. Perlunya melihat dan analisa karakteristik bisnis dengan platform yang akan digunakan dalam bisnis.

Semoga ketiga poin tersebut dapat menghemat waktu, tenaga dan menekan biaya yang dikeluarkan dalam promosi Anda.

Setelah mendapatkan media sosial yang tepat, selanjutnya bagaimana?

3. Bangun Identitas dan Optimasi Sosial Media tersebut


Membangun identitas tidaklah mudah di dalam sosial media. Jika perusahaan besar akan mudah karena sebelumnya sudah dikenal di masyarakat melalui pemasaran konvensionalnya.

Bagaimana dengan UMKM yang ingin ekspansi ke media sosial ?

Maka dari itu, perlu membentuk identitas untuk mensejajarkan diri. Tentu tidak mudah dan membutuhkan effort lebih besar. Namun dapat juga ditempuh dengan cara menyuguhkan produk berkualitas dan layanan prima.

Simak panduan berikut ini secara seksama,

A. Lengkapi seluruh kolom identitas dan bubuhkan gambar sesuai jenis bisnis

Pastikan nama, kontak, alamat resmi dan seluruh kolom yang disediakan di isi dengan benar dan jujur. Hal ini dikarenakan calon konsumen selalu melihat kelengkapan atribusi kita sebelum melakukan transaksi. Mereka akan percaya dan menganggap bisnis kita profesional.

Relevansi produk dengan foto dan video kampanye juga perlu diperhatikan. Hal ini mempermudah calon konsumen dalam mengidentifikasi produk yang ditawarkan kepadanya. Jika mereka salah persepsi terhadap bisnis maka selesai perjuangan Anda.

Selanjutnya, perhatikan ukuran gambar dan konten yang akan dipublikasi. Pastikan jangan sampai terlalu kecil atau besar. Hal ini dapat membuat audience merasa terganggu dan tidak nyaman.

Lihat ukuran baku yang dirangkum oleh Fast Track berikut,



B. Menentukan gaya penyampaian kepada Audience

Sosial media sangat kompleks dan beragam penggunanya. Kita perlu mengetahui siapa pengguna dan rentang umur berapa pengguna produk bisnis Anda. Hal ini sebagai pondasi kita dalam melakukan interaksi dengan mereka.
Gunakan salam pembuka untuk mencairkan suasana dan bahasa Indonesia yang baik serta benar sesuai kaidah yang berlaku. Gaya penyampaian juga termasuk dalam upaya strategi komunikasi dalam meningkatkan interaksi di media sosial.

Tentukan gaya komunikasi yang dilansir oleh Panduan IM berikut,



4. Strategi Konten yang di Publikasi kepada Khayalak Sosial Media


Poin pertama sampai ketiga diatas merupakan pembukaan dari inti artikel ini yang membentuk identitas dasar bisnis di sosial media.

Ada pertanyaan berikut yang umum dan sering ditanyakan,

Kenapa dalam posting konten di media sosial perlu strategi ?

Bukannya tinggal posting profil bisnis atau pajang semua produk disana biar semua orang tahu ?

Sosial media bukan tempat untuk berjualan namun untuk bersosialisasi dan berbagi informasi dengan masyarakat. Anda boleh berjualan namun perlu diselingi oleh konten lain sehingga khalayak tidak dianggap sebagai objek penjualan saja.

Jika Anda hanya memposting produk saja, maka calon konsumen juga akan menjauhi akun bisnis Anda.

Lantas bagaimana?

Strategi dalam membuat dan penyajian konten menjadi sangat penting.

Konten sebagai trigger yang membuat khalayak berkumpul di akun media sosial untuk berinteraksi membahas yang kita sajikan tersebut.

Ada tiga strategi yang perlu diperhatikan sebelum menekan tombol Publish,

Mari kita bahas satu per satu,

A. Pemilihan jenis dan tema konten

Ada berbagai jenis konten yang dapat dibagikan dalam sosial media. Namun hanya beberapa yang berkemungkinan menjadi viral. Anda dapat melihat data berikut sebagai panduan dalam memilih jenis konten yang akan dibagikan.



Audience menyukai konten yang terdapat link artikel studi kasus dan konten berbasis video. Maka, mulai sekarang posting sesuai minat audience untuk mendapatkan interaksi di akun bisnis Anda.

Selanjutnya,

Tema apa yang berpotensi viral di media sosial ?

Berdasarkan observasi pribadi, ada beberapa tema yang berpotensi mendapatkan share lebih banyak di sosial media,

• Solusi
• Panduan komprehensif
• Motivasi & Inspirasi
• Hiburan (Komedi, Gambar & Video)
• Kepribadian & Hubungan
• Kuis, Give Away & Kupon Diskon

Gabungkan dan Silakan memakai panduan berikut ini,



Atur secara terstruktur konten yang akan Anda bagikan. Sesuaikan kebutuhan dan suasana yang ingin diciptakan ketika akan memposting konten. Jangan lupa, terlalu banyak di salah satu jenis atau tema tidak baik. Maka perlu keseimbangan antara keempat aspek diatas.

Baca Juga: Digital Marketing untuk Tingkatkan Penjualan

B. Frekuensi dan Waktu Publikasi

Frekuensi dalam membagikan konten perlu diperhatikan. Menurut saya bebas, ingin memposting apapun dan kapanpun. Perlu diingat, Jangan sampai menjadikannya SPAM (Over Posting) karena menggangu calon konsumen dan masyarakat yang mengikuti kita. Akibatnya, jika melakukan SPAM adalah akun sosial media kita dapat di unlike, unfollow dan tragisnya blokir.

Ada aturan baku dalam memposting konten seperti halnya Facebook (2x sehari), Twitter (5x sehari), Google+ (1x sehari), dan Linked In (1x sehari). Pengaturan waktu yang tepat juga perlu diperhatikan sehingga mendapatkan hasil maksimal. Anda dapat mengikuti waktu dibawah ini sebelum memutuskan posting sebuah konten,



C. Penggunaan Atribusi, Layanan dan Optimasi Konten

Jika berbicara atribusi sosial media, tentu beragam jenisnya. Setiap platform memiliki fitur menarik yang ditawarkan. Namun dari berbagai jenis media sosial tersebut, kita dapat gunakan tanda pagar (Hastag) sebagai promotor konten kampanye bisnis.

Mulanya, Hastag identik dan dipopulerkan oleh Twitter. Seiring perkembangan IT, mayoritas developer media sosial menggunakannya untuk keperluan pencarian tertarget penggunanya.

Hastag juga digunakan sebagai trending topic di media sosial untuk memudahkan dalam pengelompokan dan mencari peristiwa yang sedang dibicarakan netizen.

Strategi Penggunaan Hastag


Pertama, Make it Memorable but Simple to Remember.

Poin ini cukup vital karena mempu menjangkau market share yang luas di dalam platform sosial media tertentu.

Ada tiga langkah dalam membuat hastag yang mempunyai dampak terhadap bisnis.

• Memorable, hastag yang dibuat harus mudah diingat oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun.
• Unique, variasi kata dan hindari pengulangan dalam sebuah konten.
• Relevant, penggunaan hastag sesuai jenis konten yang dipublikasi.

Kedua, frekuensi penggunaan hastag yang diriset oleh Coschedule,


Ketiga, distribusikan konten di grup relevan dengan bisnis
Sosial media tidak hanya digunakan oleh dua orang yang saling berkomunikasi. Platform ini juga menyediakan tempat berkumpul dan sharing sesuai minat mereka dalam sebuah grup tertentu.

Promosi bisnis tidak hanya dilakukan di halaman profil dan fanspage saja, akan lebih baik jika memanfaatkan fitur grup tersebut.

Cara ini cukup efektif dan efisien dalam meningkatkan jumlah like, komentar dan share konten kita. Namun perlu diingat bahwa mereka hanya mau share konten yang menurut mereka bermanfaat dan cenderung mengabaikan yang tidak relevan dengan minat serta tidak bermanfaat baginya.

Keempat, optimasi menggunakan layanan iklan berbayar

Poin ini merupakan langkah opsional. Anda bebas ingin mendatangkan pengunjung secara organik atau instan namun berbayar. Pilihan tersebut terdapat kelebihan dan kekurangan masing - masing dalam penerapannya.

Ngiklan? Pilih Organik atau Berbayar?

Jika mengunakan iklan jumlah feedback yang diterima akan meningkat drastis. Namun ketika periode iklan habis, feedback akan menurun. Keadaan tersebut relatif berdasarkan berbagai faktor yang mempengaruhi.

Saya merekomendasikan secara organik karena gratis dan efeknya jangka panjang. Namun jika Anda mempunyai budget untuk promosi, coba gunakan layanan berbayar. Terutama toko online yang ingin menaikan omset bisnis hingga berlipat dalam waktu yang relatif singkat.

Jenis layanan iklan berbayar, antara lain :

• Google Adwords
• Facebook & Instagram Ads
• Twitter Ads
• Social Media Buzzer / Influencer / Endorsment

5. Monitor dan analisa perkembangan konten yang telah dipublikasi


Seluruh proses sudah diterapkan, ambil waktu setidaknya satu minggu untuk melakukan monitoring terhadap konten yang dipublikasi.

Analisa konten yang dipublikasi dari tingkat interest dan engagement harian. Jika menunjukan tren positif maka kampanye Anda berhasil dan lanjutkan dengan publikasi konten serupa.

Jangan lupa untuk membalas seluruh komentar yang diberikan oleh audience. Hal ini menjaga relationship antara bisnis dengan konsumen.

Bagaimana jika tidak ada interaksi / menunjukan tren negatif ?

Silakan ikuti panduan berikut untuk meningkatkan engagement media sosial Anda,


Demikian strategi memaksimalkan media sosial untuk pemasaran bisnis. Seiring berjalannya waktu, konten ini akan selalu di perbaharui dengan melihat kondisi serta perubahan yang terjadi. Jangan lupa untuk share artikel ini di berbagai media sosial Anda.

Selamat Anda sudah mengetahui dasar dari Sosial Media Marketing dan Jangan lupa untuk praktek secara langsung untuk mengetahui dampak terhadap bisnis.

Are You Ready Go Digital? Let's Do it

Semoga bermanfaat & membantu 😊

Penting Gak Sih Ikut dan Kontribusi di Organisasi Kemahasiswaan?

Penting gak sih ikut dan kontribusi di organisasi kemahasiswaan?

Ikut organisasi di lingkup internal atau eksternal kampus? Buat apa?

Jujur, Aku sering banget denger pertanyaan sekaligus pernyataan tersebut oleh teman, sahabat bahkan relasi di dalam maupun diluar kampus.

Bahkan ketika aku survei kecil-kecilan ke mereka tentang sebuah kata bernama organisasi, inilah jawaban dan ekspresinya,

  • Kata A : Penting ya karena dapet Sertifikat buat syarat kelulusan dengan wajah flat 👀
  • Kata B : Lumayanlah ya, nambah temen baru di luar temen kuliah, mungkin aja dapet gebetan baru dengan wajah berseri haha
  • Kata C : Ngapain ikut gituan, ga penting amat mending fokus akademik aja. Badan justru capek, disuruh-suruh kerjain ini itu padahal tugas kuliah udah banyak, sering rapat sampe malem, danusanlah, cari sponsor, dll. Orang ini sedikit emosi sih ketika menyampaikan pendapatnya 😒
  • Kata D : Aku ikut berorganisasi kok, buat nambah ilmu dan keterampilan menejemen gitu. Toh bermanfaat nih buat usahaku yang baru mulai kemaren. Jawaban kece nih, ekspresinya juga berseri ketika di survei 😂

Itulah beberapa respon dari kenalan trus juga temen yang aku tampilkan secara kolektif dan representatif dari hasil surveiku tadi. Nah, cukup beragam bukan sudut pandangnya? Ini masih intermezzo tentang organisasi kemahasiswaan saat ini ya ..

Mulai berkenalan dengan dunia Organisasi 

Well, Alangkah lebih baik kamu mengenal diriku dulu ya disini. Secara singkat, aku dulu di SMA sebagai orang yang cukup pasif dalam hal berorganisasi karena memang masih awam dan lebih banyak bantuin nenek jaga warung kelontongnya 😊. Setelah di bangku kuliah, diriku semacam terdorong jadi bagian dari organisasi tertentu.

Mau tau alasannya? simak terus ya ...

Saat ini aku terdaftar sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi. Ketika itu semester pertama, bulan kedua menjadi seorang mahasiswa. Diriku sempat berpikir dan tertenun dengan sistem kuliah di Indonesia ini.

"Setiap hari kuliah, diberi ilmu dari pagi hingga sore sama dosen. Gimana ya caranya agar ilmu yang di dapatkan itu dapat diimplementasikan, diaplikasikan agar bermanfaat ya?"

Pertanyaan itulah awal mula diriku terdorong ikut organisasi.

Jika dirunut pengaplikasian ilmu itu cukup beragam, dapat dijadikan jurnal, program pengabdian masyarakat, diimplementasikan ke usaha, berorganisasi, dan sebagainya.

Setelah memikirkan pertanyaan itu seharian & mempertimbangkan hasil riset ini itu secara realistis serta posisi diri sebagai mahasiswa baru, akhirnya keputusanku kala itu memilih untuk terlibat di dalam sebuah asosiasi profesi pemasaran (Indonesia Marketing Association).

Akhirnya, setelah adanya niatan tersebut, lalu mengikuti proses seleksi penerimaan dan iktikat baik itupun tercapai. Dari situlah, mulai passionate belajar secara mendalam di organisasi internal hingga eksternal kampus.

Lalu, benefitnya bagi anak yang ikut organisasi itu apa aja sih?

Selama mengarungi dunia organisasi sejak awal kuliah hingga skripsi, dan inilah yang membuat diriku setuju bahwa berorganisasi itu penting.

Penting dalam arti membantumu dalam menunjang kegiatan akademik sehari-hari. Tapi ingat, pilih organisasi yang relevan dengan bidang pendidikan/ketertarikan/hobimu ya.

Kalo dikaitkan dengan benefit lain, tentu cukup banyak yang kamu dapatkan, contohnya ini nih

1. Media Praktek & Improvisasi Ilmu Pengetahuan


Hal ini masih berhubungan alasan kuat kenapa aku ikut dalam berorganisasi nih. Kenapa di organisasi?

Alasannya realistis kok, ibarat kamu mahasiswa baru-menengah tapi ga punya media buat praktek ilmu itu, disinilah fungsi dan peran organisasi kemahasiswaan itu hadir.

Terlebih kita sebagai mahasiswa harus paham sisi teori namun mampu mempraktekannya di lapangan dengan baik juga. Jangan sampai hanya berteori saja kawan, karena di dunia kerja itu kita lebih banyak praktek langsung.

Biasanya nih kalo aku, habis dapet teori dari dosen/belajar otodidak/hasil sharing sama pakar/praktisi segera aku praktekin tuh di organisasi. Kita jadi tau, teori/pembicaraan dari pakar tersebut itu valid tidak ya di lapangannya.

Disinilah juga kamu sekaligus berimprovisasi untuk dapetin pola yang tepat bagi objek dari ilmu yang sedang diterapkan. Bahkan, kamu mendapatkan ilmu baru nih atas proses pencocokan, bongkar pasang dan validasi lapangan itu.

2. Berpotensi Menjadi Multitasker Handal


Aku akan menjelaskan dulu nih karakter orang dalam bekerja itu ada 2, yaitu pertama, orang yang fokus dengan satu pekerjaan saja dalam satu waktu dan, kedua, mutitasker atau mampu mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu.

Dalam dinamikanya di lapangan, tentu ada problematika (pro & kontra) dengan dampak yang dihasilkan orang tersebut. Namun, hal ini bukanlah hal yang berarti bagi anak organisasi.

Kok Bisa? Tentu,

Karena bagi kami (anak organisasi), mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan bukan hal yang baru. Dapat dikatakan hal semacam ini hampir dilakukan setiap hari, namun tetap menganut college-work-life balance ya, agar fisik, pikiran dan hati tetap prima 💙

Waktu itu segalanya dan manajemen waktu yang baik itu adalah KOENTJInya 😂 Dengan adanya pengelolaan waktu tersebutlah, adanya tugas, penyusunan laporan, penyusunan proposal kegiatan bisa dilakukan secara baik, tepat dan akurat.

*) S&K : dampak tersebut bisa diraih ketika sudah berorganisasi minim 3 bulan keatas ya 😁

3. Organisasi itu pada prinsipnya kompleks, Kita Jadi Paham Seluk Beluk Manajemen


Ini nih! Alasan kenapa aku bertahan dan passionate untuk aktif hingga tahap skripsi. Analoginya, dari statement tadi adalah jika aku mulai masuk ke organisasi pada tahap mahasiswa baru maka aku akan fasih memahami sistem, tata kelola dan membuat pola sistem manajemen yang baik pada tahap menjelang skripsi.

Dan ada satu lagi, dengan aktif di organisasi itu knowledge & skill yang sudah dipelajari tidak hilang begitu saja, melainkan bertambah dan berpotensi lebih besar lagi loh karena sering diasah.

Selama ini, aku belajar, memahami dan mengaplikasikan cukup banyak ragam menajemen (padahal hal ini diluar program studiku yaitu ilmu komunikasi), seperti project management, sumber daya (aset fisik-non fisik), human capital, marketing, financial, operational, product, services, risk management, stakeholders, dll.

Kamu akan belajar sistem pengelolaan tersebut ketika memutuskan bergabung di organisasi tertentu. Coba rasakan setiap langkah yang ada, mulai dari taraf low management, middle hingga pada saatnya kamu berada di tingkat top management.

4. Memiliki Relasi dari Beragam Kalangan



Foto bersama dengan jajaran petinggi Harian Kompas dan Unika Soegijapranata (dok.pribadi) 

Ketika memutuskan bergabung di organisasi di fakultas, universitas ataupun eksternal kampus, secara otomatis akan bertemu dan berinteraksi langsung dengan rekan untuk membahas sebuah topik tertentu.

Disamping itu, nanti kamu juga diberi tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan tertentu. Baik itu seminar, sosialisasi, konser, atau apapun sesuai bidang organisasi yang dinaungi. Mulai tahap itulah, dirimu akan bertemu hingga berkomunikasi secara singkat maupun intim dengan seseorang, kelompok, masyarakat, public figure hingga artis sekalipun.

Dari sini, kamu juga belajar tentang karakteristik seseorang, berkomunikasi, bagaimana menjalin relasi yang baik, dan terpenting itu belajar menghargai pendapat sesama manusia

Frekuensinya bisa dilakukan secara rutin dan berpotensi menambah relasi dengan beragam pihak dari sejumlah lapisan masyarakat tertentu. Dengan meningkatnya relasi, tentu akan meningkatkan potensi yang lebih baik dan besar lagi bagi perkembangan karir kita ke depan.

5. Membentuk Karakter Pribadi yang Lebih Positif


Menurutku berorganisasi itu 'jika bergabung dengan wadah yang tepat', akan membentuk habit positif dalam diri kita. Aku sangat bersyukur, selama perjalanan sejak tahap mahasiswa baru hingga menjelang skripsi ini telah diberi petunjuk olehNya berada di tempat yang tepat untuk bertumbuh.

Hal ini berkaitan dengan iklim dan budaya dari organisasi tersebut. Ada aspek lain yang turut hadir yaitu pemimpin yang satu frekuensi untuk maju. Seiring berjalannya waktu, kamu akan mengikuti arus positif tersebut dan membuatmu jadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

Misalnya nih, dulu dirimu sebagai seseorang yang inkonsisten berubah menjadi disiplin & konsisten. Dan masih banyak hal lainnya. Tapi ya itu sih, ketika sebuah organisasi sudah memiliki hal positif yang mengakar tapi dirimu sendiri tidak ingin berubah jadi lebih baik ya percuma 😅

Baca Juga: Mau bikin komunitas? Ikuti 10 Langkah Mudah Ini

6. Berpotensi Dilibatkan Terhadap Hal yang Lebih Besar


Selaras dengan hukum alam, jika kita berbuat baik saat ini walaupun dalam skala kecil maka di kemudian hari akan beterbaran peluang baik dan besar lainnya. Selama ini aku sangat mempercayai paradigma tersebut dan terbukti dalam perjalanan hidupku dalam beberapa aspek.

Hal yang paling sederhana yaitu ketika kamu berniat untuk bergabung dalam organisasi, berkontribusilah sebaik mungkin disana walaupun dirimu tidak paham/tidak bisa, setidaknya sudah mencoba. Toh, nanti akan ada kepala departemen maupun kepala organisasi yang turut membimbing.

Dalam kasus ini, jika dirimu bisa berkontribusi penuh dalam artian lahir dan batin maka alampun akan membalasnya. Membalas dengan cara di sesi assessment, dirimu di promosikan sebagai kepala departemen, bahkan di lain organisasi menjabat sebagai kepala organisasi bahkan bisa hal besar lainnya.

Pada case diatas, dapat diambil intinya bahwa kontribusi dirimu ketika masih menjadi staf menentukan perjalanan ke depan. Apakah di promosikan, di rekomendasikan dan di libatkan pada kesempatan yang lebih besar atau diminta untuk belajar lagi pada tahap staf tersebut.

7. Memperbanyak Pengalaman Hidup & Kerja


Setiap orang pasti ingin memiliki pengalaman yang bermakna dalam hidupnya bukan? Nah ikut dalam organisasi ini salah satunya, disamping pengalaman hidup dari kegiatan atau peristiwa lainnya yang terjadi loh ya 😁

Umumnya, dari aktivitas rutin tersebut membentuk rangkaian peristiwa yang indah. Adanya dinamika dalam diri, kelompok, hingga organisasi menjadi bunga yang menghiasi proses dalam mencapai tujuan. Kadang ada tangis, tawa, gundah gulana dan senyuman paling tulus dari dalam hati yang paling dalam.

Begitupula dengan perjalanan kerja, dimana mulainya perjalanan dari tingkat staf membawa perubahan kecil hingga tingkat pimpinan memberi dampak yang bermakna dan lebih besar lagi bagi beberapa pihak yang terlibat maupun tidak secara langsung terlibat.

Kita pasti akan merasakan semua tahapan ini ketika berdinamika di organisasi kemahasiswaan. Dan aku yakin kita bisa melewatinya dengan baik dan lancar dalam rangka menapaki tangga kehidupan ini.

8. Bonus Atas Keberhasilan Kegiatan atau Pendapatan Sampingan 


Mungkin ada beberapa orang yang tidak tahu hal ini, bisa jadi masih awam, tidak diberi tahu dan segaja disembunyikan oleh beberapa pihak tertentu. Nah, disini aku ingin sharing terkait pemberian bonus kegiatan nih ya

Catatan: (ini pengalaman dulu sering x kelola event & Alhamdulillah cuan, lalu kebijakan yang ku ambil adalah membagikan profit acara ke setiap tim dengan merata + mereka aku ajak hangout ke playground bareng seharian) 😁

Mulanya, organisasi itu pasti akan menyelenggarakan kegiatan tertentu dengan beragam jenis pendanaan yang ditentukan sesuai kesepakatan bersama.

Setelah itu, kegiatan berlangsung nih (ada yang berhasil, ada yang biasa aja dan ada yang gagal), hal ini terjadi karena kesalahan dari setiap proses yang telah dilalui organisasi tersebut ya.

Pada konteks ini dimana sebuah organisasi tersebut berhasil menyelenggarakan kegiatan, kadang ada dana sisa kegiatan dari hasil kerja keras temen-temen. Dana sisa itu nantinya akan dibagi/dialokasikan sesuai kebijaksanaan pimpinan organisasi.

Umumnya, dana sisa tersebut akan dibagikan kepada seluruh anak organisasi tersebut atas tujuan bersama yang telah mereka perjuangkan selama ini dan berbuah manis.

Ada juga yang dihibahkan atau dibagi porsinya dengan pihak lain. Hal ini terjadi atas kearifan dan ketentuan yang telah disepakati oleh para pimpinan organisasi.

Eits, jangan berburuk sangka dulu ya karena pasti setiap keputusan yang dihasilkan itu melalui proses diskusi dengan beberapa pihak dan perihal keputusan akhirnya bagaimana tentu kita bersyukur karena semula yang berniat ingin menimba ilmu ternyata juga menghasilkan.

9. Memperoleh Sertifikat Pengurus Organisasi + Kepanitiaan

Hal ini kalo sekarang udah lumrah, malah emang fokus mereka ini doang 😂

Orientasi mayoritas mahasiswa sekarang itu ujungnya ya sertifikat. Hal ini karena di beberapa Universitas sesuai dengan peraturan Kementerian Ristek Dikti RI merekomendasikan untuk menerapkan sistem khusus untuk meningkatkan pengetahuan & keterampilan mahasiswa.

Salah satu caranya dengan memperoleh sertifikat kepengurusan organisasi dan keterlibatan dalam kepanitiaan.

Apalagi yakan, kamu berada di lingkungan kampus yang mewajibkan mahasiswanya aktif dan diberi batas minimal poin untuk lulus serta wisuda. Pasti, hal ini akan semakin memacu diri untuk lebih giat dalam berdinamika di kampus.

10. Mendapat Peluang Usaha Sampingan


Poin ini juga menjadi hal yang paling membahagiakan bagi anak organisasi nih. Mungkin kamu pernah lihat anak organisasi bawa tas kecil dengan isi jajanan/makanan box/beragam hal kreatif lainnya seperti jualan t-shirt, sticker, aksesoris, dll?

Kami dilatih untuk berpikir kreatif & inovatif dengan metode entrepreneurial sederhana hingga kompleks untuk mengumpulkan dana sedikit demi sedikit untuk berkegiatan, makan bersama hingga rekreasi.

Jika menilik pengalamanku dulu dalam menangkap peluang usaha sampingan ini adalah dengan membuat margin profit antara supplier dengan pembeli. Tentu ini memperlukan effort lebih (namanya juga usaha) 😁 tapi capek dan tantangannya beneran berasa 😂

Ini salah satu pengalamanku sih, aku harus berkendara menggunakan sepeda motor untuk mengangkut 100 pax (1 pack isi 2 buah) risoles mayonnaise ke kampus setiap 3 hari sekali dalam seminggu dalam kurun waktu 3 bulan. Dari Ungaran ke Kota Semarang dengan jarak tempuh 45 menit setiap hari haha

Setelah di kampus, nanti di distribusikan ke tim untuk dijual ke konsumen kampus, dan masih ada beragam pengalaman jualan lainnya. Keuntungannya cukup lumayan untuk jajan dan dana refill BBM.

11. Berpotensi di Rekrut oleh Perusahaan Tertentu Paska Wisuda


Pernyataan ini dikatakan langsung oleh relasi dari perusahaan yang pernah jadi mitra strategis organisasi dan beberapa statement dari hasil wawancara kepada kenalan Human Resources Development (HRD) perusahaan.

Beliau manyampaikan pada intinya, perusahaan akan lebih terbuka pada orang yang telah memiliki pengalaman ketika masa pendidikannya. Hal ini dikarenakan mengingat persaingan produk & bisnis yang semakin kompetitif, sehingga mendorong perusahaan untuk lebih selektif dalam merekrut orang.

Jika dilihat dari kacamata HR, anak organisasi akan mendapatkan perhatian lebih karena mereka telah melewati beragam proses dinamika pendidikan dan sosial yang ada.

Terlebih mereka juga sudah belajar, memahami dan mengaplikasikan mekanisme kerja sesuai dengan kompetensi hingga SOP perusahaan. Sekiranya, itulah yang menjadi bekal kenapa anak organisasi berpotensi dilirik oleh sebagaian besar perusahaan dalam mencari pegawai.

Kesimpulan


Pemaparan tentang dampak positif & negatif berorganisasi sudah cukup jelas diatas. Berdasarkan perspektif dan pengalamanku, dengan aktif ikut organisasi akan memberi dampak signifikan & positif bagi pertumbuhan karir kita kedepan.

Bagiku organisasi adalah media untuk tumbuh bersama. Jika aku, kamu, dan kita bersama melebur untuk mencapai visi dan misi bersama, Niscaya Allah SWT akan mempercepat gerak dan impian yang selama ini diharapkan.

Tentu, perjalanan berdinamika dalam sebuah organisasi tidak seterusnya berjalan mulus bagaikan jalan tol. Pasti akan ada tantangan, keraguan dari tim, ada kegundahan, ada lika-liku proses yang lain dimana menghampiri kita setiap waktu.

Namun, disinilah kita belajar untuk memperbaiki keadaan secara bersama untuk melengkapi proses akademik hingga mencapai tujuan yang lebih besar dan lebih bermakna bagi masyarakat.

Demikian, selayang pandang dan pemaparan berbasis perspektif pribadi tentang organisasi kemahasiswaan

Setiap orang memiliki pilihan, dan silakan untuk mempertanggung jawabkan pilihan tersebut sesuai tujuan masing-masing.

Semoga bermanfaat & membantu 😊 

Komunitas GenPR membawa misi khusus bagi profesi Public Relations

Sejak peluncuran komunitas GenPR pada 5 Desember 2019 lalu, ekosistem bidang Public Relations semakin berwarna dalam 5 tahun terakhir ini. Jika kita runut, cukup banyak instrumen dalam ekosistem PR yang mulai bermekaran. Sebut saja Majalah PR Indonesia, merebaknya asosiasi PERHUMAS di tiap-tiap daerah, dan komunitas kehumasan diantaranya Generation of Public Relations (GenPR).

Komunitas Generasi PR


Muatan Komunitas GenPR di Majalah PR Indonesia | Edisi Desember 2019 

Komunitas Generasi PR atau sering disebut GenPR ini digagas oleh Pak Asmono Wikan (Founder) dan Mba Sinta Pramucitra (Co-Founder). Tujuan komunitas ini adalah sebagai komunitas praktisi Public Relations/humas lintas generasi dari latar belakang beragam korporasi serta instansi pemerintah.

Hadir pertama kali di Kota Semarang di sela" kegiatan Talkshow The Power of Media Relations, dan diresmikan oleh Wali Kota Semarang (Hendrar Prihadi). Pemilihan Semarang sebagai kota kelahiran Generasi PR tidak lepas dari track record sebagai kota multikultur yang harmonis. Multikultur tersebut selaras dengan nilai keberagaman generasi dan instansi yang diusung oleh GenPR.

Komunitas PR yang mengusung tagline "Merekatkan Generasi, Membangun Partisipasi" ini memiliki misi khusus. Misi yang diemban sangat menantang dan berpengaruh struktural. Adapun misi kehadiran Generasi PR ini bagi bidang Public Relations sebagai berikut,


Visi dan Misi Komunitas Generasi PR


1. Mengkampanyekan peran dan fungsi ideal Public Relations bagi setiap organisasi, profesi PR harus berada pada posisi strategis.
2. Membangun jejaring sosial praktisi PR lintas generasi
3. Menyelenggarakan forum-forum edukasi terkait isu-isu strategik PR di daerah-daerah


What's Next?


Hadirnya komunitas GenPR ini menjadi kabar gembira bagi seluruh insan PR. Profesi yang dulunya dianggap sebagai profesi teknis & sebelah mata ini, kini mulai menampakan kedigdayaannya.

Generasi PR ini nantinya akan menghadirkan beberapa program seperti,

  1. GenPR Meet Up, kegiatan temu praktisi dan pembahasan terkait isu-isu kehumasan yang sedang hangat
  2. GenPR Goes to Campus, kunjungan dan pemaparan materi kehumasan ke kampus yang ada di daerah
  3. GenPR Workshop, kegiatan pelatihan intensif untuk praktisi dan umum dalam hal kehumasan
  4. GenPR Creative Lab, sebagai laboratorium kreatif untuk memberikan solusi bagi para praktisi kehumasan
Tahun 2020 ini menjadi debut pertama GenPR dalam mewarnai ekosistem kehumasan di Tanah Air. Mengakomodasi kepentingan generasi muda hingga tua sampai beragam stakeholders yang tergabung di dalamnya. Sepatutnya untuk terus mendukung agar komunitas GenPR ini dapat menjadi salah promotor kehumasan yang baik.

Instagram Stories: Panduan Lengkap dan Tips Pemanfaatannya bagi Bisnis

Pemanfaatan Instagram Stories bagi Bisnis

Instagram stories lebih dilirik pengguna dibanding Feed Instagram.

Ada yang tahu ga alasannya kenapa?

Yaaa, salah satu alasannya adalah banyaknya paid promote yang bertebaran secara masif hahaha

Kembali ke Fakta tentang Instagram ya guys,

Sejak peluncuran pertamanya pada tahun 2010, saat ini Instagram bertransformasi menjadi media sosial rujukan masyarakat khususnya generasi millennials. Mulanya platform ini berfungsi sebagai media sharing foto dan video saja.

Namun paska diakuisisinya Instagram oleh Facebook, media ini menjadi salah satu platform yang terbukti menunjang bisnis dengan bantuan fitur-fitur inovatifnya.

Riset oleh We Are Social dan dirilis pada bulan Januari 2019 yang menunjukan bahwa,


Dapat dikatakan bahwa Instagram merupakan media sosial yang sangat dinamis, dimana dalam beberapa tahun sejak 2017 hingga sekarang terjadi beberapa kali penambahan fitur. Mulai dari Instagram Swipe, IG Stories, IG TV, dan sebagainya.

Tentu, penyematan fitur ini bukan semata hanya hiasan atau pelengkap saja. Melainkan untuk memberi keleluasaan pengguna dan pebisnis dalam berkreasi dan menciptakan karya.

Instagram Stories Duplikasi Konsep dari Snapchat?

Instagram stories? Yeaahh Bro!

Sebagian besar dari kita mungkin udah denger bahkan pernah pake aplikasi Snapchat yaa. Aplikasi ini sempet hits banget dikalangan anak muda Indonesia bahkan artis untuk mendokumentasikan daily activitynya dalam bentuk short video gitu.

Seiring popularitasnya yang tidak terbendung dan pada saat itu Instagram lebih lihai (kek belut) dalam menangkap peluang. Terlebih dengan populasi dan dorongan dari penggunanya yang bejibun itu, Maka, mulailah Instagram mengadopsi dengan konsep ATM (amati, tiru, modifikasi) dari core productnya si snapchat ini.

Menurutku ini GILA sih, Instagram dengan beraninya menjiplak hampir sama persis. Sempat terjadi kerecokan dalam proses ini antara pihak instagram dan snapchat. Namun dengan basis sumber daya dari instagram yang besar, sekarang hal ini sudah bias dan menjadi hal biasa.

Saat ini, Instagram stories tidak sekadar short video yang tersaji dalam kurun waktu 24 jam saja. Hal ini dapat dijelaskan pada segi fungsinya dimana pengguna dapat mengekspresikan hidupnya dalam beragam gaya dengan dukungan sub-fitur instagram stories ini. Seperti halnya Siaran langsung (Live), boomerang, rewind, type dan sebagainya.

6 Etika dan Strategi dalam Penggunaan IG Stories


Kita beralih pada konteks bisnis, maka dalam penggunaannya perlu beberapa kustomisasi dan etika yang perlu diperhatikan. Karena bisnis merupakan hubungan emosional dengan pelanggan, maka ada beberapa indikator yang perlu kamu cermati seperti dibawah ini,
  1. Pesan yang Jelas
  2. Jujur dalam Penyajian
  3. Tidak Berlebihan
  4. Kreatif
  5. Variatif
  6. Berorientasi Vertikal
Setelah memahami etika dalam penyampaian kontennya, langkah selanjutnya bagaimana?

Kamu tidak perlu bingung, karena dibawah ini aku menyajikan jenis konten yang dapat kamu gunakan dalam mengkreasikan brandmu. Literally, kamu harus memilih satu jenis konten untuk dijadikan default konten aka daily post di instagram stories.

Alasannya adalah untuk mempertahankan engagement antara pelanggan dengan brand dan menjadi salah satu keunikan yang memicu top of mind pelangganmu.

Penasaran apa saja konten yang dapat kamu optimasi?

Berikut selengkapnya,

11 Ragam Konten untuk Bisnis


1. Polling


Seorang owner bisnis tentu ingin mendapatkan masukan dari pelanggannya atas produk yang ditawarkan. Kerapkali pemilik bisnis ini dihadapkan pada pilihan pengembangan produk yang memperlukan riset konvensional yang membingungkan dan rumit. Namun sejak hadirnya fitur polling yang ada di instagram stories ini cukup membantu khususnya menjaring pendapat atas produk yang ingin dikembangkan terlebih dahulu.

Follower hanya dihadapkan pada pilihan YA atau Tidak yang dikemas sedemikian rupa dan eye catching oleh Instagram. Disamping itu, terdapat pilihan polling dalam bentuk grafik tingkat kepuasan. Tentu hal ini, mempermudah owner dalam menentukan produk berikutnya yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.

2. Sesi Tanya Jawab #AskMeAnything


Follower memilki tingkat kepo tinggi dan dermawan dalam memberikan masukan di Instagram, mereka cenderung mencari informasi sebanyak-banyaknya melalui kanal komunikasi brand. Sebelum hadirnya fitur Ask Me Anything yang dikemas dalam bentuk bubble ini, pelanggan umumnya bertanda via Direct Message. Sejak hadirnya fitur ini, mereka seakan dimanjakan dengan proaktifnya brand dalam mencari feedback dari konsumen.

Aku rasa ini menjadi sebuah kesempatan bagi brand dalam upaya menjaring feedback. Walaupun nantinya feedback yang diperoleh dapat dalam tone positif hingga negatif. Tapi fitur ini setidaknya mampu memberdayakan produk dan layanan yang ditawarkan. Harapannya kedepan, dengan feedback yang diperoleh tersebut dapat meningkatkan kualitas bisnis.

3. Events


Basically, fitur ini sama sih seperti konten yang ada di feed yaitu mempromosikan kegiatan/events dari brand. Namun yang perlu diperhatikan yaitu ukuran bidang layar yaitu persegi panjang vertikal dimana menyesuaikan bidang instagram stories tersebut. Disamping itu, owner juga patut memberikan sentuhan berbeda pada story yang diunggah sehingga tampil mendukung poster yang telah dipublikasikan di laman feed. Sehingga adanya perpaduan yang sempurna dan melengkapi antara feed dan story ini.

4. Behind The Scenes


Kamu punya bisnis dimana dari proses produksi dihandle sendiri?

Bisa jadi, taktik ini dapat diadopsi olehmu karena mengingat konsumen itu percaya pada kualitas barang yang dihasilkan. Maka dari itu, produk yang kamu produksi itu dapat di tampilkan ketika proses pembuatannya (tentu tetap menjaga rahasia perusahaan ya).

Bagi beberapa orang memang dengan menyaksikan proses produksi produk bisa meningkatkan kepercayaannya ketika membeli produk. Misalnya pembuatan kemeja nih, kamu bisa menceritakan secara sekilas tentang jahitan yang ada di kemeja tersebut. Mulai dari memilih benang jahit terbaik hingga proses finishing yang rapi dan telah melewati proses quality control yang baik.

Tentu ini akan meningkatkan brand value itu sendiri dan pada akhirnya calon konsumen menjadi lebih trust dan pelangganpun semakin loyal pada produk dan brandmu.

5. Fun Fact atau Trivia


Masyarakat Indonesia lebih cenderung menyukai konten menghibur dan teka-teki. Hal ini telah terbukti disejumlah brand ternama. Mengapa demikian? tentu kembali lagi pada kebiasaan konsumen dimana konsumen Indonesia menggunakan instagram untuk mencari kesenangan dan referensi ringan seputar kehidupan.

Brand di dorong tidak hanya menyajikan penawaran secara hard selling saja, melainkan juga memberikan konten yang mengundang ketertarikan dan kesenangan. Semisal fakta-fakta unik seputar produk hingga teka-teki lucu. Hal ini menjadi alternatif konten yang mampu menggugah interaksi antara brand dengan konsumen.

6. Siaran Langsung (Live)


Follower selalu ingin tahu lebih dalam dan berinteraksi langsung dengan brand. Yeahh, Instagram menghadirkan hal itu bro! Lebih dekat, lebih cepat dan langsung berhadapan untuk berinteraksi dengan mereka. Siarkan kondisi bisnismu ke mereka, ajaklah berinteraksi.

7. Teaser + Swipe Up


Literally, Instagram stories berfungsi sebagai umpan konten full versi dari sebuah bisnis. Mengingat durasi konten yang hanya beberapa detik dan hanya sebatas 24 jam saja tentu akan lebih optimal jika kamu upload konten teaser.

Teaser dari sebuah event, program, atau produk dengan kemasan yang menarik tentu akan lebih memikat. Terlebih jika diintegrasikan dengan fitur swipe up. Namun, fitur swipe up ini bisa digunakan oleh akun yang telah memiliki 10.000 follower sih. Tapi tidak perlu bersedih, jika konten teaser yang unggah menarik, tentu calon pelanggan akan melirik produk kamu kok.

8. Hashtag Sticker & Geo Location


Era hastag berawal dari kehadiran Twitter. Hastag juga identik oleh trending topic suatu momentum tertentu. Siapa sangka, Mark Zuckerberg turut memboyongnya ke Facebook dan Instagram untuk mendukung tagging konten yang ada di platform tersebut.

Begitupula implementasi hastag di Instagram stories sebagai fitur tagging sehingga memudahkan pengguna lain dalam mencari kategori konten yang akan dilihatnya. Kamu bisa memanfaatkannya sebagai penanda dan mengkategorikan konten tersebut. Fitur ini juga dapat mendukung kampanye pemasaranmu saati ini untuk mendapatkan jumlah viewers yang lebih besar.

Berbeda cerita dengan fitur Geo Location dimana alamat bisnismu akan tercantum di konten dalam kemasan bubble yang unik. Tentu ini perlu upaya lebih karena kamu harus mendaftarkan pada Google Maps sehingga terdeteksi. Jika hal ini telah dilakukan, maka siapapun orang yang mengunjungi bisnismu dan merasa puas olehnya, akan dengan senang hati mentag lokasi dengan cuma-cuma. Ini menjadi kabar gembira, bisnismu dipromosikan dan mengundang rasa penasaran oleh pengguna lain yang menontonnya.

9. Highlights IG Stories


Dapat dikatakan ini sebagai alternatif pengarsipan konten instagramstories ya. Jika pada umumnya konten story hanya berlaku 24 jam saja, namun setelah dipinned dalam highlights akan menjadi permanen dan terkategori.

Bagi bisnis tentu ini akan menjadi hal yang sangat membantu dimana, kamu tidak perlu lagi membuat konten yang sama. Hanya perlu membuat sekali lalu ditanggalkan dengan nama tertentu. Orang yang ingin mencari konten tersebut akan mencarinya di laman profil bisnis secara langsung tanpa perlu bertanya panjang lebar kepadamu. Tentu menghemat waktu dalam menyajikan informasi kepada pelanggan.

10. Sharing & Short Tutorial


Hampir semua orang suka dengan informasi yang bermanfaat bagi dirinya bukan?

Konsep itulah yang melandasi bahwa bisnismu perlu mengadakan sharing baik untuk membicarakan topik tertentu yang berkaitan dengan produk. Mulai dari tutorial penggunaan, hingga proses pengiriman barang hingga sampai ke tangan pengguna.

Ingat! ini langkah yang sederhana namun seringkali diabaikan oleh pebisnis, padahal dampaknya cukup besar yaitu engagement dan membangun trust antar brand dengan pelanggan.

11. Wallpaper Spesial


Ingin pengguna ingat dengan bisnismu?

Caranya MUDAH! silakan membuat spesial wallpaper yang unik bagi smartphone dan personal computer pelangganmu. Tentu tidak dengan konten wallpaper yang full gambar bisnismu juga sih. Lebih ke tema umum namun ada label bisnismu seperti logo atau tagline yang ikonik.

Secara psikologis, ini mampu membuat efek repetisi pada kinerja otak pelanggan karena setiap membuka smartphone atau personal computer mereka berhadapan dengan wallpaper tersebut. Harapannya dengan hal ini, mereka jadi teringat oleh bisnismu.

Kesimpulan


Instagram stories pada hakikatnya sebagai media penunjang Instagram feed. Jika kamu cermat, fitur yang dihadirkan pada Instagram stories ini lebih agresif dibanding di Feed bukan? Karena melihat konsumsinya lebih besar dibanding feed tersebut, maka hal diatas wajar terjadi.

Mulanya kita cuma fokus pada feed, seiring berjalannya waktu story menjadi sasaran yang potensial juga dalam meningkatkan interaksi dan konversi produk. Paparan strategi dan taktik diatas sudah saya validasi dan berdasarkan hasil observasi pada bisnis terkemuka di Indonesia.

Namun ini kembali lagi pada tujuan bisnismu, apakah instagram stories ini dapat menunjang apa tidak dalam menggaet dan meningatkan interaksi dengan followersmu.

Demikian pemaparanku tentang Instagram stories bagi bisnis. Semoga dengan adanya panduan ini, kamu mendapatkan pencerahan dan lebih bijak dalam mengoptimalisasi media komunikasi brand khususnya Instagram dimana memiliki sejumlah fitur ini.

Jika kamu memiliki masukan ataupun kritik konstruktif terhadap konten ini dapat membubuhkannya di kolom komentar dibawah ini ya. Mari kita diskusikan bersama untuk mendapatkan solusi terbaik.

Semoga bermanfaat & membantu 😊
Connect