Mengenal Lebih Dekat Jenis Konsumen di Indonesia

Mengenal Lebih Dekat Jenis Konsumen di Indonesia


Bicara konsumen, kita bisa sembari berkaca pada diri sendiri. Bahwa kita juga bagian darinya. Berdasarkan sensus penduduk oleh Badan Pusat Statistik RI, penduduk Indonesia saja di tahun 2022 sudah mencapai 274 juta jiwa. Masih cukup jauh dibanding Tiongkok yang menduduki peringkat pertama. Jumlah ini sebenarnya lumayan, terlebih Indonesia sering dijuluki salah satu negara pasar yang renyah bagi negara produsen dunia.

Secara angka dan moment, Indonesia saat ini sedang mengalami bonus demografi. Dimana jumlah para pekerja produktifnya (15-64 tahun) lebih besar dibanding penduduk yang tidak produktif. Dengan adanya informasi ini, tentu serapan dan daya beli masyarakat khususnya penduduk yang produktif akan tinggi terhadap barang serta jasa tertentu.

Mengapa hal ini perlu diketahui?

Secara umum, sebagai marketing. Kita perlu untuk memahami lanskap konsumen mulai dari makro ke mikro ataupun sebaliknya mikro ke makro. Tentu akan menyesuaikan dengan industri serta kebutuhan terkait aktivitas yang akan dilakukan.

Setelah memahami lanskapnya, kita perlu untuk mendefinisikan siapa konsumen kita tersebut. Jika dirunut berdasarkan karakter dalam proses pembelian produk. Saya mendapatkan beberapa jenis konsumen yang dapat kamu jadikan pedoman dasar ya




Selayang Pandang

Konsumen merupakan tokoh kunci yang ada di perekonomian. Adanya pasar, disitulah ada penjual, pembeli, transaksi, dan aspek lainnya yang saling mendukung. Secara defisini umum, konsumen merupakan orang atau kelompok yang membeli serta menggunakan produk tertentu sesuai preferensinya.

Dalam kehidupan sehari-harinya, konsumen ini dipengaruhi oleh berbagai aspek sebelum dirinya memutuskan untuk membeli dan mengkonsumsi suatu produk tertentu. Sebagai pemasar, kita perlu untuk memahami alur proses pembelian sebuah produk, namun lebih penting untuk memahami konsumen kita siapa dan bagaimana kebiasaannya.
 
Berikut saya paparkan lima jenis konsumen di Indonesia untuk membantu kamu mengidentifikasi dan memahami karakter mereka ini, 

1. Loyal Customers


Bagi kamu yang telah memiliki bisnis minimal ada penjualan yang berulang atau repeat order. Jika pembeli tersebut membeli lebih dari 3-5x sesegera mungkin untuk jalin hubungan yang baik dengannya.

Secara definisi, konsumen yang loyal itu merupakan bentuk dari kepuasan terhadap produk dan layanan dari bisnis yang kamu miliki. Logikanya, dia akan terus membeli karena value yang ditawarkan oleh produk match dengan kebutuhan bahkan keinginannya.

Hal ini perlu menjadi perhatian serius, mengingat kesuksesan bisnis secara mayoritas ditentukan oleh 20% dari loyal customers. Jadi, penting bagi kita untuk melayani dengan sepenuh hati, pelanggan ini karena bukan saja potensi penjualan di kemudian hari namun beliau ini bisa jadi akan merekomendasikan produk Anda kepada keluarga bahkan koleganya.


2. Impulsive Shoppers


Diantara pembaca setia, mungkin ada yang termasuk golongan impulsif buyer nih. Hayo ada yang merasa menjadi bagian dari kategori? 😁

Impulsif Buyer merupakan dorongan untuk membeli barang secara dadakan dan tanpa berpikir panjang. Dorongan membeli ini biasanya disebabkan oleh faktor emosional seseorang dibanding logika. Umumnya dorongan ini dihasilkan dari sesuatu hal yang menarik. Bisa jadi diskon, special edition dan sebagainya.

Bagi pemilik bisnis, tentu ini menjadi sesuatu yang menggembirakan. Kita perlu membuat pengalaman produk dan penawaran yang istimewa sehingga menjadi dambaan bagi konsumen. Agar konsumen menjadi pelanggan, maka kamu perlu membangun brand yang kuat dibenak konsumen.

Ingin diskusi dan konsultasi tentang Brand dan Branding? mulai diskusi bersama saya


3. Bargain Hunters


Dalam bermasyarakat, tentu sering mendengar beberapa teman berkata demikian;

"belanja kalo ada promonya"
"cari yang murah aja daripada branded"
"penting fungsinya daripada gengsi"

Sering mendengar kalimat-kalimat tersebut? Toss! kita sama seringnya nihh

Mungkin 5 dari 10 orang akan sepakat dengan hal ini. Mereka fokus pada fungsi dan bahkan mendewakan harga promo dan pokoknya murah. Kalo udah 'pokoknya' selisih 1.000pun jadi perbincangan hangat di komplek.

Uniknya, mereka ini lincah dan jeli dalam melihat peluang barang dan jasa mana yang memang sedang cuci gudang, promo dan murah. Bisa dikatakan mereka juga bagian dari pembeli yang cerdas, lebih objektif kadang dibanding sebagian besar konsumen yang ada.

Sebagai pemilik bisnis, kategori pembeli ini juga perlu dirawat. Mengingat, biasanya konsumen juga akan tergiur dengan penawaran spesial. Alih-alih faktor eksternal. kategori ini bisa juga dikatakan golongan 'Mendang-Mending' bisa jadi fanboy maupun haters dalam waktu sekejap hanya permasalahan harga saja. Hati-hati pokoknya jangan sampai terjebak price war ya


4. Netral Customers


Secara prinsip, calon konsumen ini masih berada di tahap consider atau menimbang terkait keputusannya untuk membeli produk tertentu. Secara keputusan, mereka ini termasuk netral. Perlu sedikit usaha ekstra untuk memberikan pengalaman yang relevan terhadapnya.

Bagi para pebisnis, bisa jadi konsumen dalam kategori ini akan menantang dan minim berkontribusi pada pendapatan bisnis. Namun jika kita paham cara merawat dan memperlakukan mereka tentu menjadi potensi pendapatan yang menjanjikan.




5. Need-Based Customers


Jenis konsumen yang terakhir adalah katogori konsumen fungsional. Mereka lebih terdorong melakukan pembelian jika stok persediaan di rumah habis, dan barangnya udah cocok banget sama mereka.

Tugas kita sebagai pemilik bisnis, fokusnya adalah memberikan pengalaman yang baik dari segi brand dan produk sehingga mereka terpuaskan.  Namun, bukan tak ada potensi negatif yaa. Tentunya konsumen jenis ini juga seringkali berpindah haluan seperti pindah ke bisnis lain karena fokusnya pada barang yang mereka butuhkan saja.

Jadi perlu siap siaga dengan stok produk atau konsistensi pengalaman yang diberikan agar konsumen ini dapat terus menjadi pelanggan yang setia berkunjung untuk membeli di bisnis kita. Kedekatan antara bisnis dengan konsumen kategori need based menjadi kunci agar mendapatkan hatinya.


Kesimpulan


Setiap aktivitas ekonomi, baik itu berjualan atau berbisnis akan diperlukan peran yang saling berkaitan. Berjualan perlu adanya penjual, barang dan pembeli. Terjadilah kesepakatan dan pertukaran nilai didalamnya. Begitupula bisnis, scope yang lebih luas dibanding sekadar berjualan saja. Dalam berbisnis ada yang namanya kepercayaan, mindset, hingga target market.

Bagi pelaku bisnis, memahami konsumen menjadi hal yang fundamental untuk keberlangsungan bisnis yang kita jalani. Percuma kita memiliki produk namun tidak bisa mendeliver nilai dalam sebuah produk yang sesuai dengan konsumen. Alangkah lebih baik, membangun produk berdasarkan kebutuhan dari konsumen, itu akan jauh lebih efektif untuk bisnis kita.

Dalam penjelasan tulisan ini, saya mencoba untuk mengurai karakter konsumen yang seringkali kita temui namun belum sempat teridentifikasi dan kategorisasi dengan baik. Sehingga kita seringkali belum fokus memberikan pengalaman terhadap beberapa kategori konsumen tersebut.

Mulai dari sekarang, tentu kita menjadi tahu bahwa konsumen yang utama. Produk kita menjadi solusi bagi mereka. Itu yang penting, jangan kebalik ya!

Semoga bermanfaat 😊  

Posting Komentar

0 Komentar